Fake relationship part 3

Fake Relationship.

part 3: what a horrible deal

Cast:

–          Kris Wu Yi Fan

–          Kim Taeyeon

–          Byun Baekhyun

–          Krystal Jung

Genre: Romance

Rated: T

Length: Chaptered

Enjoy!

Kepalaku sakit sekali, butuh konsentrasi tinggi untuk melihat sekeliling. Aku bangkit dari tidurku. Mataku mendelik begitu menyadari aku sedang tidak di rumah. Apa mungkin aku di surga?

“Dimana aku? Aku di surga?” gumamku sendiri. Aku menoleh ke samping. Kudapati seorang namja yang tidur memunggungiku. Aku sangat shock ketika ada namja disampingku.

Ya Tuhan, aku…Aku tidur bersama seorang namja? Andwe!!!!

****

Segera kutendang namja itu dengan kuat. Sampai si namja itu jatuh dan terbangun dengan kaget dan sebal. Tunggu… Itu Kris! Mwo? Jadi aku tidur dengan musuh bebuyutanku sendiri? Dan aku semakin shock ketika mengetahui kalau itu Kris.

“Kyaaa!! Kau! Apa yang kau lakukan padaku heh?” aku menutupi badanku dengan selimut. Kemudian aku berteriak sekencang mungkin hingga Kris menutup kedua telinganya. “Ya! Paboya, aku tidak melakukan apapun padamu! Berhenti berteriak seperti orang bodoh!” umpatnya. Kemudian aku memeriksa tubuhku. Dan memang benar, aku masih berpakaian seperti kemarin, dan aksesorisnya masih menempel.

“Lalu, dimana aku? Dan bagaimana aku bisa disini?” tanyaku ketakutan. Kris tersenyum nakal, bahkan bisa dibilang menyeringai. “Kau yakin mau tahu?”

Aku mengangguk dengan cepat, “Ne!”

Kris duduk di sisi ranjang. “Kemarin aku melihat gelagat aneh darimu. Kupikir kau sedang kena masalah, lalu kau kubuntuti karena aku penasaran dan ingin melihat bagaimana seorang dangshin sok kuat sepertimu menangis…” aku mengepalkan tanganku dan menatap evil pada namja itu. “Teruskan!” perintahku. “Lalu kau berhenti di kedai soju. Kulihat kau menggila disana. Bahkan aku sempat dengar kalau kau suka dengan Baekhyun.” ia tersenyum nakal. “Akhirnya kau ambruk disana. Namun ada ahjussi yang menyuruhku membawamu pulang karena beliau kira aku ini temanmu. Bahkan aku juga disuruh membayar soju-mu.”

Mukaku memerah. Pabo Taeyeon, sekarang kau berhutang pada namja sok ganteng di depanmu ini. Rasanya aku ingin mati sekarang juga. “Aku tidak tahu dimana rumahmu. Jadi aku bawa kau kerumahku. Untungnya orangtuaku sedang di Cina. Jadi kau kubawa ke kamarku. Dan kau tahu apa selanjutnya?”

Aku menelan ludahku, keringat dingin mengalir dari ujung pelipisku. “Apa?”

“Kau menarik tanganku untuk kembali. Kau pun memintaku untuk menemanimu tidur. Sungguh, kau terlihat murahan saat itu.”

Langsung saja kutampar namja kurang ajar di depanku itu. “Beraninya kau, bilang aku murahan?” Ia mengusap pipinya yang kemerahan. “Sudahlah, sekarang bayar hutangmu!” balasnya tidak terima. “Baik!” aku langsung mencari-cari kertas kotak untuk menutup mulut namja menyebalkan di hadapanku ini. Shireo, tidak ada uang. Aku bahkan ingat kalau uangku habis untuk membeli soju. Aku menepuk pelipisku.

“Wae? Kehabisan uang? Bukankah aku baik, meminjamkan uang padamu dengan Cuma-Cuma?” ledeknya dengan menekankan kata ‘cuma-cuma’. Aku hanya mengulum senyum kecut.

“Sekarang aku tidak mau tahu, pokoknya antar aku pulang ke rumah atau aku akan berteriak!” ujarku sambil mengeraskan ujung kalimatku hingga Kris menutup telinganya.

****

Akhirnya dengan mobil Kris, aku sampai di rumah dengan selamat. Aku sudah tau, aku pasti akan dihukum seberat mungkin saat orangtuaku menemuiku. Dan benar saja, eomma dan appa sudah stand by di depan pintu. Dengan segera aku berlari dan berlutut pada eomma dan appa.

“Eomma, Appa, aku salah. Mianhe aku tidak pulang tanpa memberitahu kalian. Aku bersalah, mianhaeyo. Jangan hukum aku.” aku mengatupkan tanganku sambil berlutut.

Eomma malah membelai rambutku sambil tersenyum. “Gwenchana, yang penting kau selamat. Siapa namja yang mengantarmu itu? Eomma akan berterimakasih padanya.” Eomma dan Appa langsung menyerbu Kris si namja menyebalkan itu. Aku berdiri dan menatap pemandangan itu dengan tidak percaya. Apa yang orangtuaku lakukan sih?

“Anak muda, terimakasih sudah mengantar Taeyeon pulang dan menjaganya. Benar-benar terimakasih.” kata Appa. Cih, appa tidak seharusnya bilang begitu karena kehormatanku sebagai wanita hampir terancam saat aku bersama dia, batinku. “Anak muda, siapa namamu? Kau sangat tinggi dan tampan. Dan apa kau namjachingu-nya Taeyeon?”

Mwo? Pacar? Namja chingu? Eomma benar-benar tidak beres. Aku langsung berlari menuju Kris lagi untuk memastikan namja ember itu tidak berkata macam-macam.

“Ne. Saya namjachingu-nya. Wu Yi Fan imnida, atau biasa dipanggil Kris.”

Seseorang, tolong bawa aku ke Mars! Kris bilang aku yeojachingu-nya? Apa dia sudah kehilangan kewarasannya?

“Tapi-tapi dia-“ Kris menutup mulutku dengan jarinya yang panjang. Dia juga tersenyum nakal. “Chagi, kau lebih baik beristirahat.” mataku melebar mendengarnya. Mwo? Chagi katanya?

 Aku menggeleng tidak percaya. Eomma tersenyum bahagia begitu pula Appa. “Wah, Taeyeon sudah besar rupanya. Anak muda, apa kau mau mampir sebentar? Aku ingin berterimakasih.” kata Eomma. Aku menggeleng pada Eomma. “Aniya eomma, dia sedang sibuk-“ perkataanku kembali terpotong oleh Kris. “Ne, sebuah kehormatan bagiku ahjumni.” ia membungkuk (sok) sopan.

“Oh baiklah, silahkan masuk anak muda. Kami akan menyiapkan beberapa cemilan.” Appa dan Eomma masuk duluan ke rumah. Sementara aku melotot pada Kris. “Ya! Neo michyeoso? Wae kau bilang aku ini yeojachingu-mu, huh?” Kris tersenyum nakal. “Begini, karena aku populer, tentu saja banyak yeoja yang mengejar-ngejarku. Namun kepopuleran itu sangat membosankan. Jika kau jadi pacarku, yeoja-yeoja itu tidak akan mengejar-ngejar aku lagi. Dan jika misalnya ada gadis yang patah hati karena kutolak, dia tidak akan membenciku. Sebaliknya, dia akan membencimu. Jadi aku akan menjaga rahasiamu, sementara kau akan jadi pacar kontrak-ku. Oke?”

Mwo? Jadi dia mau membuat seluruh gadis yang patah hati karena ditolak olehnya, jadi membenciku? Dasar namja egois! Nama yang bagus, namun tidak sebagus orangnya!

Aku mendecakkan lidahku. “Bagaimana kalau tidak?”

“Aku akan membocorkan rahasiamu kalau semalam kau tidur denganku.”

Glek. Gawat juga. Bagaimana lagi, sebaiknya aku terima saja daripada reputasiku hancur. Pilihan yang sangat sulit. Bagaimana mungkin aku akan bertahan menjadi pacar namja yang sangat menyebalkan ini?

“Setuju.” aku mengulurkan tanganku dengan berat hati.

TBC

4 thoughts on “Fake relationship part 3

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s