Fake relationship part 5

Fake Relationship.

part 5: Stand up.

Cast:

–          Kris Wu Yi Fan

–          Kim Taeyeon

–          Byun Baekhyun

–          Krystal Jung

Genre: Romance

Rated: T

Length: Chaptered

Enjoy!

Kali ini Kris menyeretku ke sebuah salon. Mau apa lagi sih dia?

Kuperhatikan lagi label salon itu, tepatnya kubaca ulang. Mwo? The Charm’s? Itu, itu salon yang sangat terkenal di Korea Selatan dan terkenal mahal namun berkualitas! Bahkan setiap gadis bermimpi untuk menjalani treatment di salon ini. Tolong cubit aku, apa benar sekarang aku sedang di salon The Charm’s?

“K-kris, kita mau apa ke salon super mahal ini?” tanyaku kebingungan saat kami sudah di dalam salon yang isinya serba mewah. Kris tidak menjawab, ia menggandengku menuju resepsionis.

Sang resepsionis kelihatan senang sekali melihat kedatangan kami. Ia langsung tersenyum sangat manis. “Tuan Wu? Senang sekali melihat anda berkunjung kemari.” ujar resepsionis cantik berseragam “The Charm’s salon” itu. Kris mengangguk sambil tersenyum. “Nona Hwang. Senang bertemu denganmu. Oh ya, tolong ubah dandanan gadis kecil disampingku ini. Aku ingin dia terlihat berbeda.”

Mwo? Gadis kecil katanya? Hey, apa maksudmu Kris Wu!

Aku melotot padanya, “Gadis kecil katamu?” tanyaku sambil menatapnya tajam. Ia kemudian menoleh padaku sambil menunjuk wajahku. “Wajah, dan tubuhmu. Mirip anak 12 tahun.” ujarnya enteng. “M-mwo?” tanyaku tidak terima. “Sudah, sana.” ujarnya dengan nada mengusir. Tak lama kemudian datang 2 orang yeoja berseragam warna putih menyeretku. “Ya! Kris Wu!” pekikku. Namun yeoja-yeoja itu terus menyeretku menjauh.

****

Setelah menjalani beberapa perawatan yang sangat menyiksaku. Mulai dari spa yang pemijatnya sangat menyakiti punggungku, bahkan punggungku seperti remuk. Mungkin karena aku yang tidak biasa. Dan yang paling parah adalah, ketika mereka mencukur habis bulu-bulu tipis di kakiku! Sungguh mengerikan. Namun pada akhirnya aku memang merasa segar sih. Mereka juga menata rambutku, dan menata rias wajahku. Ketika aku melihat ke cermin, aigoo, apa itu aku?

Gambar

Dan aku pun keluar dengan penampilan yang berbeda dengan sebelumnya. Aku lalu duduk di depan Kris yang sedang sibuk memainkan handphone-nya.

“Sedang apa?” tanyaku sambil sedikit memainkan rambutku yang barusan di blow. Pabo Taeyeon, buat apa sih kau tanya-tanya? Memang sejak kapan kau peduli dengan namja itu?

“Sedang mengirim SMS untuk Baekhyun.”jawabnya dingin. Ya, sebenarnya aku tidak suka mengobrol dengan namja sedingin Kris, tapi bagaimana lagi, tidak ada teman mengobrol selain dia sih.

Tiba-tiba Kris mendongak menatapku dengan agak serius. Aku pun balas menatapnya hingga pandangan kami bertemu. Aigo, aku baru sadar kalau Kris itu memang sangat tampan. Aish, pabo Taeng! Kau berkhayal yang tidak-tidak lagi!

“Baekhyun dan Krystal akan ke rumahku.”

“Lalu?”

“Tadinya aku ingin mengajakmu ke rumahku. Ibuku ingin bertemu denganmu. Tapi ternyata mereka juga berencana kemari.” jelas Kris. Aku melebarkan mataku. “Mwo? Ibumu ingin bertemu denganku? Wae?” tanyaku. Tiba-tiba Kris menyentil dahiku keras-keras. “Ya! Paboya, masalahnya bukan itu. Kau sanggup tidak bertemu Baekhyun dan yeojachingu-nya?” tanya Kris. Aku mengusap dahiku, “Ya! Tidak perlu menyentil dahiku juga kan?” aku mengerucutkan bibirku. Tapi iya juga sih, bisa tidak ya? Aku terdiam sesaat.

Aku menatap Kris dan mengangguk pelan-pelan. “Baiklah. Aku siap.”

****

Dan Changmin-ahjussi menghentikan mobilnya tepat di depan rumah Kris. Aku baru turun dari mobil Kris, dan aku langsung takjub melihat ukuran rumah Kris yang bahkan jauh lebih besar dari punya Baekhyun. Omo~ Namja ini benar-benar sangat kaya. Kapan ya aku bisa jadi sekaya dia? Sepertinya tidak mungkin, batinku agak sedih.

“Wae? Belum pernah melihat rumah mewah?” ledeknya sambil tersenyum mengejek. “Cih, jangan ge er. Nanti aku pasti akan lebih kaya darimu.” ejekku sambil menjulurkan lidahku padanya. Ia terkekeh dan kembali menggenggam – tidak. lebih tepatnya mencengkeram tanganku dan menyeretku masuk ke dalam. Aku meronta dari cengkeramannya, sialnya namja ini jauh lebih kuat dariku. “Ya! Kris pelan-pelan!” protesku.

Dan bagian dalamnya semakin membuatku takjub. Guci-guci mewah, lukisan, semuanya berbau mahal. Ya Tuhan, benar-benar seperti mimpi. Aku sangat menyukai rumah ini, namun begitu aku mengingat kalau ini rumah Kris, mendadak aku menjadi benci dengan rumah sialan ini.

Oh, bukan itu masalahnya. Dan tibatiba aku disodori pemandangan paling menyakitkan seumur hidupku. Kami mendapati Baekhyun dan Krystal sedang berciuman dengan mesra-mesranya di ruang tamu. Bahkan itu mungkin ciuman termesra mereka sepanjang masa. Memuakkan. Oh Tuhan, aku harus kuat kali ini. Aku terus berusaha mengabaikan air mataku yang mendesak keluar.

“Hei, kalian ini sedang di rumah orang!” bentak Kris. Bagus Kris, kau dipihakku!

Aku menggenggam tangan Kris lebih erat. Baekhyun dan Krystal langsung menghentikan ciuman mereka dan tersenyum malu. “Mianhae hyung,” ujar Baekhyun sambil menggaruk kepalanya. “Hahaha, aku hanya bercanda kok. Kalian mau apa saja disini terserah, mau jungkir balik pun tidak apa-apa. Bukankah aku bilang, anggaplah seperti rumah sendiri?” ujar Kris yang langsung merubah ekspresi-nya 1800. Aku langsung menatap evil pada Kris.

“Oh ya, hyung. Apa kalian berkencan? Bukannya kalian selalu bertengkar dari dulu?” tanya Baekhyun.

“Aniya!” “Ne!” jawabku dan Kris bersamaan. Baekhyun agak kebingungan karena aku mengatakan “aniya” sedangkan Kris mengiyakannya. Pabo Wu Fan!!!

“Ne! Kami memang berkencan!” tambah Kris. Aku langsung melempar tatapan evil pada Kris, namun ia seolah mengisyaratkan seolah aku diam.

“Oh, apa dunia memang akan kiamat?” Baekhyun bergumam. “K-kiamat?” tanyaku bingung. “Habis, kalian kan selalu bertengkar. Tapi, bukankah cinta bisa datang kapan, dimana, dan kepada siapapun? Seperti aku dan Krystal ini.” ujarnya sambil merangkul lengan Krystal. Yeoja itu pun menyandarkan kepalanya pada pundak Baekhyun.

Ya, seperti kau dan Krystal. Yeoja itu memang sangat cantik dan tak bisa dibandingkan denganku yang jelek. Aku jadi merasa minder lagi.

“Oh ya, kau unnie yang itu ya?” Krystal tiba-tiba menghampiriku dan menggaet lenganku. “Kita dulu kan pernah bertemu! Sayang sekali kita tidak sempat bicara!” ujarnya dengan ramah. Aku hanya mengangguk sambil memaksakan senyumanku. Ia lalu menggandengku dan mengajakku duduk di salah satu sofa. Senyum manisnya pun tak sedikitpun hilang.

“Wah. Baekhyun-oppa memang benar. Kau memang sangat cantik! Ah, aku jadi cemburu.” pujinya.

Apa? Dia bilang dia cemburu denganku? Apa dia tidak salah?

“Baekhyun-oppa banyak bercerita tentangmu, makanya aku jadi penasaran dan ingin berteman denganmu. Dan ternyata benar, kau lebih cantik dari yang diceritakan Baekhyun-oppa.” ujarnya dengan mata berbinar-binar. Aku melirik ke Baekhyun yang tampak sedang memainkan ipad-nya dengan Kris. Apa benar dia sering menceritakan tentangku?

“Oh ya, kau dari Amerika ya?” tanyaku. Dia mengangguk, “Ne. Aku dari San Fransisco. Kebetulan aku sedang liburan. Karena aku bosan, makanya aku kembali ke Korea.” Ujarnya.

Kris lalu datang menghampiriku dan Krystal. “Ibuku datang, bersiaplah.”

Aku langsung merasa sedikit deg-degan. Apa mungkin ibunya Kris itu seperti ibunya Gu Jun Pyo yang di drama BBF itu ya? Tipe ibu yang menyeramkan dan dingin. Aish, lebih baik aku berpikir bagaimana caranya supaya aku bisa berakting dengan baik.

Aku berdiri di samping Kris. Namja itu menggenggam tanganku erat-erat. Tangannya berkeringat dingin. Apa dia sedang nervous?

Dan seorang yeoja tinggi datang diiringi beberapa pelayan. Omo~ Pantas saja Kris itu tinggi sekali. Bahkan tinggi badan ibunya jauh melebihi tinggi badanku sendiri. Yeoja itu berkacamata hitam, tubuhnya seksi dibalut pakaian kerja berwarna hitam. Rambutnya digerai. Benar-benar mirip seorang model.

“Umma pulang,” terdengar nada ramah dari bibirnya. Kris langsung membungkuk, “Selamat datang, Umma.”

Kedengaran formal sekali. Aneh sekali, karena jika aku jadi Kris, aku akan segera memeluk ibuku.

Yeoja itu melepas kacamata hitamnya, menunjukkan matanya yang indah terpoles make up. “Oh Kris. Yang mana yeojachingu-mu?” tanya yeoja itu. “Dia. Yang kugandeng saat ini.” ujar Kris singkat. Yeoja itu mengangguk sambil tersenyum. Kemudian ia melirik ke arah Baekhyun dan Krystal. “Oh, Baekhyun? Lama tidak berjumpa.” Baekhyun membungkuk. “Ne ahjumni. Ottoshimnikka?” tanya Baekhyun sambil tersenyum.

Yeoja itu berjalan dengan anggun menuju ke arahku, otomatis saja aku merasa agak nervous.

“Siapa namamu?”

“Taeyeon, Kim Taeyeon imnida.” jawabku agak gugup. Ia tersenyum, “Nama yang bagus, Nona Kim. Apa pekerjaan ayahmu?” tanyanya to-the-point. Aku langsung kaget mendengar pertanyaannya. Masa kujawab kalau Appa adalah pembuat ramen?

“Seorang pengusaha kuliner.” jawab Kris. Aku langsung melempar death glare pada Kris.

“Oh, bagus juga. Lalu kenapa kalian masih disini? Kalian tidak mau berjalan-jalan keluar? Aku sedang ingin sendirian.” ujar ibu Kris. Kris lalu menggandeng tanganku, “Kami pergi dulu umma.” ia lalu membungkuk dan (lagi-lagi) menyeretku keluar dengan paksa. Mau tak mau akupun mengikuti langkahnya yang super panjang.

“Kris, aku mau pulang! Pokoknya aku tidak mau disini bersama mereka berdua.” ujarku sambil menghempaskan gandengan tangannya saat kami sudah di luar rumahnya. “Tapi nanti malam ibuku ingin mengajakmu makan malam. Bisakah kau tunggu sebentar? Lagipula apa kau tahu jalan pulangnya?”

Aku menggeleng sambil menahan air mataku. “Pokoknya aku mau pulang! Aku tak peduli meski aku harus tersesat, yang penting aku mau pulang. Kalau kau tidak mau mengantarku ya sudah, aku pulang sendiri saja!” aku menghentakkan kakiku dan berjalan membelakanginya. Aku berlari-lari kecil meninggalkan kompleks rumah Kris dan mencari jalan pulang. Sambil sesekali aku harus mengusap air mataku yang sudah terlanjur deras.

Bress, hujan turun dengan tiba-tiba. Sial, kenapa juga sekarang? Tapi baguslah, sekarang tidak ada yang tahu kalau aku menangis!

Sudah tiga puluh menit aku menyusuri jalanan raya, tapi aku masih tidak menemukan jalan pulang. Bagus, sekarang aku tersesat. Apalagi udara semakin dingin dan hujan semakin deras. Aku tak peduli, yang penting tidak ada Baekhyun dan Krystal. Aku berjalan menuju salah satu bangku taman yang tersedia dan duduk sambil sekalian berteduh. Aku memeluk tubuh mungilku sambil gemetaran menahan dingin. Sambil sesekali cairan hangat dari mataku mengalir di wajahku yang sudah dingin membeku.

“Mau sampai kapan kau menggigil kedinginan disana?” kudengar suara berat yang sepertinya familiar, namun agak tersamarkan dengan suara rintikan hujan. Aku menoleh ke samping dan kutemukan Kris yang sedang berhujan-hujanan di luar bangku taman. Wajahnya yang menyebalkan membuat mood-ku semakin jelek. Sudah kehujanan, sekarang aku harus berurusan dengan namja ini.

“Kau pikir pergi dapat menyelesaikan masalahnya heh? Lihat, sekarang yang ada kau malah tersesat dan tidak bisa pulang. Jika kau hilang bagaimana?” tambahnya lagi. “Aku tidak peduli! Aku tidak tahan memandangi mereka terus-terusan! Lebik baik aku mati membeku disini daripada harus sakit hati!” teriakku pada Kris. “Kau pikir hanya kau yang sakit hati? Aku juga merasakannya!”

“Kupikir orang semenyebalkan dirimu tidak punya hati!”

“Jangan seenaknya bilang begitu paboya. Aku juga merasakannya.” kata Kris dengan nada lirih. Aku terdiam, belum pernah Kris berbicara seserius itu.

“Kau tahu, bagaimana perasaanmu ketika mantan pacarmu adalah pacar sahabatmu sendiri? Bukankah itu menyakitkan? Dan ketika kau dan pacarmu harus berpisah karena urusan masing-masing. Kemudian kalian kembali bertemu, namun sayangnya dia sudah punya orang lain di hatinya!”

Aku menunduk, tidak sanggup menatap tatapan Kris yang berbeda dari biasanya. Tatapan dingin-nya, kini berupa tatapan yang sangat terluka dan rapuh. Matanya menunjukkan emosi-nya saat ini. Aku tidak menyangka kalau namja yang terlihat kuat seperti Kris itu ternyata sangat rapuh.

“Cinta tidak harus memiliki, bukan begitu?”

Aku mendongak, dan tatapan kami bertemu. Kini Kris berjalan dan meraihku ke dalam dekapannya yang erat. Ia memelukku sangat erat hingga aku agak kesusahan bernapas. Aku meronta, namun dia seolah tidak melepasku. “Kau bisa menghadapi mereka.”

Dan air mataku pun tumpah begitu saja, bersama rintikan hujan yang mengiringi tangisku.

TBC

3 thoughts on “Fake relationship part 5

  1. Aigoo tega banget baekhyun ciuman dui rumah kris dg mantan kris sendiri… Smoga kris secepatnya bisa ngapus krystal dr pikirannya dan segera mencintai taeng

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s