Fake relationship part 6

Fake Relationship.

part 6: Kris’s secret.

Cast:

–          Kris Wu Yi Fan

–          Kim Taeyeon

–          Byun Baekhyun

–          Krystal Jung

Genre: Romance

Rated: T

Length: Chaptered

Enjoy!

Kini aku dan Kris hanya duduk berdua sendirian di bangku taman sembari menunggu hujan berhenti. Tampaknya Kris tidak bawa mobil, sehingga kami harus terjebak berdua disini. Aku tidak berani bicara padanya, ataupun meliriknya.

“Lihat, gara-gara kau kita jadi terjebak!” Kris menyalahkanku sambil memeluk lututnya erat-erat, menahan hawa dingin yang bertiup. “Ya! Siapa suruh kau mengikutiku?” balasku tidak terima sambil melirik ke samping, berharap hujan akan segera berhenti. “Kalau kau hilang kan nanti kau, kau…”

“Kenapa?”

“-Nanti orangtuamu mencariku karena mengira aku menculikmu!” jawabnya asal. Aku mencibir padanya sambil memeluk lututku lebih erat. “Oh ya, Kris. Gomawo sudah baik padaku, tapi kenapa?” bisikku pelan. “Mwo? B-baik? Aku tidak baik padamu! Jangan kegeeran. Aku, aku hanya, aish sudahlah!” ujarnya sewot.

“Aku tidak bisa melihatmu menangis,”

Entah mungkin pendengaranku yang keliru, namun aku mendengar bisikan itu dari bibir Kris. Aku hanya terdiam, berusaha mengabaikannya.

****

“Gara-gara kau kita jadi basah kuyup begini!” ujar Kris sewot sambil memasuki rumah istananya. “Lagipula siapa yang menyuruhmu membuntutiku pabo?” balasku sambil menatap evil padanya.

Seorang pelayan memberikan satu handuk masing-masing untuk kami. “Oh ya, ibu kemana?” tanya Kris pada pelayan itu sambil mengusap rambutnya dengan handuk itu. “Oh, nyonya mendapat panggilan penting.  Dia berangkat ke Cina hari ini.” jawab pelayan itu kalem sambil mengambil handuk itu dari tangan Kris. “Saya pergi dulu Tuan muda.” ia menunduk, kemudian berjalan menjauh entah kemana.

“Unnie! Oppa! Kalian kemana saja?” tanya Krystal yang tiba-tiba datang dari sampingku. “Kami, err. Jalan-jalan.” jawabku asal. “Oh, tapi kenapa kalian basah kuyup?” tanyanya polos. “Kami kehujanan di tengah jalan.” jawab Kris. “Oh ya, unnie, kau bisa ke kamarku dan pakai bajuku untuk ganti.” tawar Krystal. “Mwo? Kamarmu?” tanyaku heran. “Ne, aku dan Baekhyun-oppa akan tinggal disini selama liburan. Kris-oppa belum memberitahumu?” tanya Krystal ramah. Aku menggeleng, “Kalau begitu ayo ke kamarku! Kita akan bercerita tentang banyak hal!” Krystal lalu menggandeng tanganku dan menyeretku.

Ternyata aku baru tahu kalau Krystal itu orang yang baik. Dalam hitungan jam saja kami sudah akrab seperti saudara sendiri. Ia banyak menceritakan San Fransisco, dan juga banyak bertanya tentang Korea. Pantas saja Baekhyun suka padanya.

“Oh, jadi unnie terpaksa jadi pacar kontrak Kris-oppa?” kata Krystal sambil sedikit menahan tawanya. Aku mengerucutkan bibirku sambil mengangguk. “Kris-oppa benar-benar keterlaluan.” ujar Krystal sambil tersenyum. “Ne! Dia juga sering menindasku di sekolah tahu! Mulai dari mengejekku dangshin, dan banyak sekali!” Krystal mengangguk. “Tapi sebenarnya, Kris-oppa itu baik sekali lho.”

Aku langsung agak tersedak mendengar pernyataan Krystal. “Mwo? Baik dari sudut mananya?” tanyaku tak percaya. “Jujur saja, Kris-oppa itu mantan pacarku.” aku Krystal. Aku mengangguk, “Pantas dia agak kaget waktu bertemu denganmu. Kenapa kalian bisa putus?”

“Begini, akan kuceritakan semua tentang Kris-oppa.”

Normal POV

=Flashback=

Seorang bocah laki-laki berjas hitam menolak untuk pergi dari makam ibunya, meskipun ayahnya berusaha untuk mengajaknya berdiri. Ia bersikeras untuk menjaga makam ibunya yang barusan meninggal karena kecelakaan. Sambil menangis dia menggenggam erat gelang pemberian ibunya. Ia mengusap-usap nisan granit hitam yang simpel namun elegan yang menandai tempat ibunya beristirahat untuk terakhir kalinya.

“Bangun dan buang benda itu.” terdengar suara seorang wanita. Bukan ibunya, namun ibu tirinya. Bocah itu bersumpah tidak akan pernah menganggap wanita itu sebagai ibunya. Si bocah hanya diam sambil bersikukuh untuk tetap tinggal. Wanita itu mulai geram, ia menarik paksa lengan bocah itu dan merenggut gelang itu, kemudian melempar gelang keperakan itu entah kemana. “Sekarang pulanglah! Aku muak melihatmu terus-terusan menangis disini. Dengar ya, ibumu sudah mati! Dia tidak akan kembali kemari, mengerti?” bentak wanita itu.

Hati bocah laki-laki itu hancur, ia menghempaskan genggaman tangan ibu tirinya dan berlari sambil menangis keras-keras.

Sudah 2 tahun semenjak kematian ibunya, Kris menjadi namja yang agak pendiam dan pemurung. Meskipun ibu tirinya berusaha sebaik mungkin untuk menjadi ibu pengganti, namun Kris masih tidak bisa menerima kehadiran wanita itu. Sampai kemudian ayahnya mengadakan sebuah pesta ulang tahun perusahaan yang sangat mewah.

Kris duduk sendirian di pojok, ia tak ingin bergabung bersama. Seorang gadis bergaun merah panjang datang menghampirinya.

“Hei, kau tidak mau bergabung?” tanya gadis itu. Kris menggeleng lemah. “Oh ya. Namamu siapa? Aku Jung Soojung, biasa dipanggil Krystal. Umurku 7 tahun.”

“Wu Yifan. Biasa dipanggil Kris. Aku 4 tahun lebih tua darimu.” ujar Kris. Krystal tersenyum lebar. “Wah, kita punya nama yang hampir mirip! Bisakah aku memanggilmu oppa?”

=End Of Flashback=

Taeyeon POV

“Semenjak saat itu, kami jadi akrab. Kemudian saat Kris-oppa berusia 15 tahun, dia memintaku untuk pacaran dengannya. Kami kemudian berpacaran, tapi dia tidak menganggapku sebagai pacar. Dia hanya menganggapku sebagai sahabat. Dia sering menceritakan masalahnya. Hingga suatu ketika aku pindah ke Amerika, kemudian kami pun putus. Aku akhirnya bertemu Baekhyun dari sebuah jamuan makan malam ayahku dan keluarga Baekhyun-oppa. Kami saling menyukai, hingga Baekhyun-oppa akhirnya memintaku untuk jadi pacarnya.” jelas Krystal panjang lebar.

Ini aneh, tapi, aku sedikit merasa,

Kasihan Kris.

“Aku tidak tahu kalau Kris punya pengalaman seperti itu.” ujarku. Tiba-tiba Krystal menggenggam tanganku erat-erat. “Aku tahu kau sangat membencinya. Aku tahu dia sangat menyebalkan. Tapi sebenarnya Kris-oppa itu orangnya sangat baik. Tolong jaga dia untukku, bisa kan?”

“Aku tidak tahu,” ujarku pelan. “Cobalah unnie.” pinta Krystal. Aku hanya menggeleng lemah.

“Ya! Yeoja-yeoja yang ada di dalam! Apa kalian sudah selesai bergosip tentang aku? Kalau begitu keluar dan mari kita jalan-jalan!” terdengar suara berat milik Kris dari luar pintu. “Ya! Paboya, siapa yang menggosip tentang dirimu? Jangan kegeeran!” teriakku balik. Krystal lalu bangkit dari sisi tempat tidur tempat kami ngobrol tadi, kemudian membuka pintunya dan mendapati Kris bersama Baekhyun.

“Ayo ke restoran!” ajak Baekhyun ramah. Aku menoleh pada Krystal, dan ia mengangguk padaku. Kamipun menyetujuinya.

“Seohyun? Luhan? Kalian ada disini?” ujarku saat melihat Seohyun yang tengah duduk berdua bersama Luhan saat kami sudah di restoran. Seohyun menyadariku dan langsung berlari padaku, memelukku erat. “Taeng! Kau disini sedang apa?” tanya Seohyun. “Aku, Baekhyun, Krystal dan Kris hanya sedang jalan-jalan. Kau?” tanyaku balik. “Aku dan Luhan-oppa hanya sedang kencan.” jawabnya malu-malu. “Eh, maksudmu Krystal yang itu?” tanyanya lagi. “Kau mau kenalan dengannya?” Seohyun mengangguk.

Setelah kukenalkan, baru sebentar Seohyun dan Krystal sudah langsung akrab. Maklum saja, mereka sama-sama pandai bergaul.

“Aish, aku ada urusan penting. Sepertinya aku tidak bisa ikut.” Krystal menepuk dahinya. Ia lalu berdiri. “Aku pergi dulu, rupanya lain kali kita baru bisa bertemu. Sampai jumpa.” Krystal membungkuk pergi.

Baru 10 menit, namun makanannya tidak datang juga. Kami bertiga – Aku, Kris, dan Baekhyun – mulai merasa bosan menunggu di kursi. Namun tiba-tiba seorang gadis cantik datang menghampiri kami.

“Kris-oppa, itu kau?” tanya gadis berambut coklat dan berwajah imut itu.

Omo~ Dia punya muka yang imut sekali. Aku jadi iri saat memandangnya.

“Luna? Park Sunyoung?” Kris langsung berdiri dan memeluk gadis itu. “Apa kabar? Lama tak bertemu!” ujarnya setelah melepas pelukannya. “Aku baik. Oppa disini sedang apa?” tanya gadis bernama Luna itu. “Aku hanya sedang jalan-jalan. Mau ke bioskop bersamaku?” tawar Kris. Luna mengangguk mantap.

Cih, sepertinya itu salah satu pacar Kris. Dia seperti lupa diri saja denganku saat bertemu gadis itu, batinku sewot.

“Kami pergi dulu. Bye.” Kris tiba-tiba agak mencondongkan badannya padaku. Aku lalu agak menjauh darinya. “Sekarang coba PDKT dengannya, hwaiting!” Kris menarik badannya dan mengedipkan matanya padaku. Aku hanya melongo dan memandanginya yang sedang pergi menjauh bersama Luna.

Aku lalu menoleh ke depan, dan mendapati Baekhyun sedang tersenyum padaku. Aku balas tersenyum, paling tidak Kris meninggalkanku bersama pangeran paling kuidolakan ini. Terima kasih Kris.

Kami pun memakan hidangan pesanan kami. Baekhyun memesan Bibimbap dan aku hanya pesan Ramyun. Namun aku tidak sepenuhnya kosentrasi pada makananku, melainkan hanya kosentrasi pada teman makanku. Tepatnya aku hanya memandangi Baekhyun saat makan.

Kami pun selesai makan dan kini kami tengah berjalan ke tempat parkir mobil.

“Aigo Taeng-noona, mianhe. Krystal mengirim SMS padaku untuk minta jemput sekarang. Kau bisa pulang sendiri kan? Aku benar-benar minta maaf karena tidak bisa mengantarmu.” ujar Baekhyun sambil menatapku dengan tatapan menyesal. Aku mengangguk, “Ne. Gwenchana.” Ia pun tersenyum manis padaku dan berjalan menuju mobilnya.

Tiba-tiba aku melihat pasangan Seohyun dan Luhan. Luhan membuka pintu mobilnya dan Seohyun masuk. Tunggu, aku kan bisa minta tumpangan pada mereka?

Aku pun berlari mengejar mobil Luhan. Namun sialnya mobil Luhan sudah maju duluan. Aku pun dengan susah payah mengejar mobil itu, hingga akhirnya aku berhenti mengejar karena kelelahan.

Saat aku berhenti berlari, aku baru sadar kalau aku sedang tidak dimana-mana. Maksudku, aku tidak tahu dimana aku sekarang. Aigo, rupanya aku tersesat lagi. Disekelilingku sangat gelap, bahkan aku hampir tidak bisa melihat apapun. Pabo Taeyeon, aku menepuk dahiku.

Aku putuskan untuk menunggu tiap mobil yang bersedia memberiku tumpangan gratis. Tiap ada mobil lewat, kulambaikan tanganku, berharap mereka akan berhenti dan memberiku tumpangan. Nyatanya nihil. Tidak ada yang mau berhenti. Aku hanya menunggu dengan putus asa di jalan yang entah namanya apa ini.

Tiba-tiba ada mobil warna hitam yang akan lewat. Dengan semangat kulambaikan tanganku untuk memaksanya berhenti. Dan, bingo! Mobil itu memelankan laju kencangnya dan berhenti di hadapanku. Kuharap itu seseorang yang baik hati yang bersedia memberiku tumpangan. Namun setelah kaca jendela itu diturunkan, aku hanya melihat Kris yang menatapku kebingungan.

“Kau, kenapa disini?” tanyanya. “Ya! Justru kenapa kau yang disini?” tanyaku balik. “Aku, aku barusan mengantar Luna pulang. Kau? Mana Baekhyun?”

Aku mendesah, “Baekhyun menjemput Krystal.”

“Lalu bagaimana kau bisa sampai disini?”

“Aku melihat mobilnya Luhan dan Seohyun. Kupikir aku bisa minta tumpangan gratis. Aku mengejar mobil mereka dan akhirnya aku disini.” ucapku ragu. Ia lalu terkekeh dan menjalankan mobilnya. “Ya! Kris, jamkaman!”

Kris menoleh padaku, “Mwo?”

Aku menunjukkan muka baby face-ku. “Antar aku sampai ke rumah. Ya? Ya?” rengekku manja. Kris menghela napas panjang. “Ya sudah. Naik sana. Dasar menyebalkan.”

Aku langsung naik ke sampingnya. “Kan adanya cuma mobilmu. Kalau tidak terpaksa ya aku takkan naik mobilmu!” ujarku. “Baiklah. Karena aku kasihan padamu, aku akan memberimu tumpangan gratis hanya untuk kali ini.” Ia lalu menstarter mobilnya. “Ya! Aku tidak serendah itu!” protesku. “Kalau kau tidak mau dikasihani, turun sana.”

“Ya! Kris, jebal. Sekali saja.” rengekku. Sungguh, aku tidak percaya aku merengek pada musuhku sendiri. Tapi bagaimana lagi.

Kris terkekeh, “Akhirnya, ada seorang dangshin yang merengek sampai segitunya padaku.”

“Diam!”

Dan Kris pun menjalankan mobilnya.

TBC

3 thoughts on “Fake relationship part 6

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s