Fake relationship Part 8

Fake Relationship.

part 8: Kris, you’ve got some explaining to do!

Cast:

–          Kris Wu Yi Fan

–          Kim Taeyeon

–          Byun Baekhyun

–          Krystal Jung

Genre: Romance

Rated: T

Length: Chaptered

Mataku tidak tertuju pada papan tulis, ataupun kepada Donghae-songsaenim yang sedang khusyuk menjelaskan tentang tanaman obat di Korea. Sesekali aku melirik ke samping, tepatnya ke kelas sebelah tempat Kris belajar. Dia tampak sedang menunduk ke lokernya, mungkin sedang memainkan hapenya. Aku heran, kenapa namja yang bahkan tidak pernah berkosentrasi ke pelajaran seperti dia bisa pintar ya? Aku hanya menggelengkan kepalaku.

“Songsaenim neomu kyeopta, aa-“ Seohyun berbisik lirih sambil terus memperhatikan Donghae-songsaenim yang menunjukkan senyuman khas-nya yang membuat para yeoja meleleh. Donghae-songsaenim itu memang terkenal dengan kegantengannya diantara guru-guru. “Hush, kau kan sudah punya Luhan.” bisikku mengejek. “Aish, kau ini. Aku cuma memuji beliau kok. Di hatiku cuma ada Luhan, bukan yang lain.” ia mengedipkan matanya padaku. Aku terkekeh, kemudian kembali menoleh ke jendela samping.

Namja itu masih kosentrasi dengan hapenya. Aku jadi heran, apa dia pakai jimat atau apalah. Aku masih menatapnya dengan serius, hingga Seohyun menepuk pundakku. “Ya! Kau itu mendengarku tidak sih?” bisiknya agak keras. Aku langsung menoleh pada Seohyun dengan gelagapan, “M-mwo?” tanyaku. “Yah! Kau mulai gila ya karena kau pacaran dengan Kris?” Seohyun menatapku tajam. Langsung saja aku shock dan menatapnya tajam balik, “Apa maksudmu heh?”

“Maksudku, jangan bilang kau mulai suka dengannya!” Seohyun memutar bola matanya ke lain arah, “Ya! Kau jangan sembarangan! Mana mungkin aku–aku…” kata-kataku tersendat. Agak bingung menjelaskannya pada Seohyun. Aku terjebak ucapanku sendiri, bagaimana ini?

Seohyun menyunggingkan senyum kemenangannya.

Tiba-tiba terdengar suara ketukan dari pintu kelas. Salah seorang guru masuk, dengan seorang gadis yang membuntutinya. Gadis itu kelihatan manis dan anggun.

“Maaf mengganggu pelajaran kalian sebentar. Ada seorang murid baru yang akan menempati kelas kalian. Silahkan perkenalkan dirimu.” ujar guru itu yang kutahu ternyata Kangin-songsaenim.

“Annyeonghaseyo. Choneun, Park Jiyeon imnida. Bangapseumnida.” gadis itu membungkuk.

Gambar

“Oh ya, aku adalah pacarnya Kris Wufan.” tambahnya sambil tersenyum manis.

Mataku melebar. Apa-apaan ini? Gadis itu adalah pacarnya Kris? Hey! Lalu apa maksudnya ini?

Ayo kita permudah saja.

Kris, memintaku “berakting” sebagai pacarnya, sementara dia sendiri sudah punya pacar?

Ya Tuhan, dasar laki-laki gila!

Aku tak bisa memakinya, tapi aku tak bisa menahannya. Jadi, aku benar karena menjulukinya pemain hati tanpa perasaan dengan sikap acuh tak acuh? Dasar brengsek, dia pantas mendapat hukuman yang setimpal.

Aku, aku merasa sangat bodoh. Maksudku, aku merasa kalau aku salah tentang dia dan aku “paham” tentang sisi lainnya melalui ceritanya. Tapi rupanya aku salah besar, dia hanya menunjukkan seberapa bodohnya aku. Oh tidak.

Anak baru yang bernama Jiyeon itu di tempatkan di belakang, namun tentu saja, dia mengeluh dan tentu saja dia minta duduk di depan, di sampingku tepatnya. Bukannya aku tidak suka, tapi aku merasa ada yang agak aneh tentang dia. Aku tidak tahu, dan seharusnya aku tidak menghakimi orang sembarangan.

Tapi, siapa sih yang mengumumkan di depan kelas baru mereka kalau mereka pacaran dengan seseorang? Itu jenis informasi yang benar-benar tidak diperlukan dan sepertinya dia berusaha untuk pamer. Semua orang tahu kalau Kris adalah seorang brengsek dan dia berpikir, kalau berhasil menjadi pacar Kris itu… mengesankan? Dan mungkin saja, dia bukan pacarnya. Dan dia mungkin hanya seorang yang mengada-ada saja.

Ya Tuhan, terlalu banyak kemungkinan. Ini membuatku pusing.

“Hei,” Jiyeon berbisik saat Donghae-songsaenim meninggalkan kelas.

“Hei,” sapaku balik, aku tak yakin, apakah aku harus menyapanya atau menutup mulutku saja.

Seisi kelas langsung berbisik-bisik tentang anak baru itu. Mungkin beberapa hal. Kau tahu bagaimana anak perempuan itu kan?

“Yah, tidak berarti karena Donghae-songsaenim pergi, kita akan memulai perang obrolan gila.” kataku dengan nada agak sedikit tinggi. Yah, itulah gunanya ketua OSIS! Kau punya kekuatan Taeyeon. Bagaimanapun juga, saat ini aku tak peduli dengan kekuasaanku sebagai ketua OSIS.

“Wow, sepertinya kau adalah ratu disini. Mereka kelihatan diam saja meski songsaenim pergi. ” ujarnya dengan mata melebar.

“Ah, tidak. Mereka hanya berusaha menghargaimu. Mereka baik jika kau mau mengenal mereka lebih dalam.” ujarku.

“Entahlah, aku tidak benar-benar berpikir mereka akan menyukaiku.”

Whoa, apa yang membuatmu berpikir begitu? Taeyeon, serang lagi!

“Yah, aku tak peduli. Lagipula aku lebih cantik dari mereka semua.” susulnya sambil tertawa mengejek.

Oke. Ini resmi. Aku tidak menyukainya. Dan tidak, ini bukan karena Kris. Aku tak peduli jika mereka benar-benar berkencan. Aku tidak menyukainya karena dia seorang yang suka pamer dan kasar terhadap orang-orang.

Sebenci apapun aku terhadap seseorang, aku adalah ketua OSIS dan aku harus bersikap baik terhadap setiap siswa baru di kelas dan harus membimbing mereka tentang sekolah mereka yang baru. Otomatis, aku harus menghabiskan lebih banyak waktu dengan Jiyeon. Memang ini menyebalkan, tapi aku tak boleh merusak image-ku sebagai ketua OSIS.

“Apa nanti pulang sekolah kau ada waktu? Kuharap kita bisa berkeliling sekolah untuk mengenalkan lingkungan ini padamu.” ujarku seramah mungkin.

“Kupikir tidak, aku dan oppa akan makan siang bersama. Bagaimana kalau nanti istirahat?” ujarnya dengan tersenyum, entah senyum tulus ataupun senyum menyombongkan diri.

Ya Jiyeon, nanti siang aku pastikan akan memotong “oppa” mu kecil-kecil dan menjadikannya makanan beruang!

Bel istirahat pertama berbunyi, sesuai janjiku aku akan mengajak Jiyeon keliling-keliling sekolah dulu. “Hei, kau. Ayo kita pergi.” ujarnya sambil menatapku dengan tatapan sok ramah. “Aku punya nama. Namaku Kim Taeyeon.” tegasku. Dia tersenyum mengejek, “Iya-iya. Taeyeon-ssi.” ujarnya sambil langsung menggaet tanganku. “Ya!” ujarku agak keras.

Aku dan Jiyeon berjalan beriringan di lorong sekolah. Sedangkan Seohyun sendiri mungkin mampir ke kelasnya Luhan, atau siapa lah. Baru separuh jalan, aku dan Jiyeon bertemu dengan Kris. Dia kelihatan langsung berhenti melihat sosokku dan Jiyeon. Aku mengepalkan tinjuku.

KRIS KELIHATAN SANGAT PANIK!

Oh Kris, kau harus menjelaskan sesuatu.

TBC

Yaaa! Maaf hasilnya pendek ;AAAAAA; #sobs mianhamnida ya uri reader yang tercinta, author lagi gak dapet ide. maaf maaf ;AA;

9 thoughts on “Fake relationship Part 8

  1. Bgus lucu bnget taeyeon onnie.
    Ya jiyeon nanti siang aku akan pastikan memotong “oppa” mu kecil-kecil dan menjadikannya makanan beruang. Sumpah aku ngakak di bagian yg it.
    Omo~jiyeon thombong thekali#plakdijitakthehun#
    Jng lama2 yach…..thorrr.Soalnya tumben2 aja dpat yg main cast taeyeon onnie sama kris.
    Fighting buat author. Saranghae~XI LUHAN#Plakdijetakyesungoppa#
    yuna imnida 91lines~

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s