Fake Relationship Part 10

Fake relationship

Part 10: Couple competition

Cast:

–          Kris Wu Yi Fan

–          Kim Taeyeon

–          Byun Baekhyun

–          Park Jiyeon

Genre: Romance

Rated: T

Length: Chaptered

Enjoy!

Aku tak tahu menyakiti Kris balik itu adalah ide yang baik atau tidak, namun kupikir benar juga. Brengsek itu menggunakanku untuk “selingkuh” dari pacarnya? Aku terkadang berpikir, entah bagaimana aku sudah mulai percaya padanya? Psh, apasih yang kupikirkan? Dia tidak ada bedanya dengan laki-laki lain, tidak ada bedanya.

Entah kenapa, seharian penuh di sekolah, para gadis terus bergunjing tentang kabar-kabar miring tentang Kris dan seolah-olah seperti kabar yang “wow” atau dahsyat sekali. Oke, ini sangat buruk. Kusambar ranselku dan aku mulai melangkahkan kaki ke luar kelas, mencari Seohyun, dia pindah ke kelas lain karena beberapa alasan yang tidak kuketahui.

“Dia tidak disini, kelas kami berakhir beberapa jam lebih awal.” Jawab seorang siswa yang barusan kutanyai tentang keberadaan Seohyun. Aku mengangguk kecil dan hanya berjalan ke rumah. Jalanan kosong, dan gambar-gambar tentang Kris terus mengisi kepalaku. Untuk beberapa alasan… Aku merasa dikhianati.

Kenapa aku harus peduli? Aku… Aku tidak pernah menyukai Kris! Aku sangat membencinya dan sekarang… Aku merasa dikhianati?

Kubuka pintu rumahku, aku memasuki kamarku dan melempar ranselku ke lantai. Aku menarik napas panjang, aku merindukan ayahku yang sudah 1 bulan tidak pulang. Aku dan ayah sejak dulu selalu melakukan segala hal bersama-sama.

Aku membuka ponselku, dan wajahku langsung berbunga ketika melihat ada sebuah pesan masuk. Segera kubuka voice mail tersebut dan menunjukkan betapa bahagia ayahku dari nada suaranya yang terdengar.

“Hai Taeyeon! Ayah kangen padamu! Sudah lama ya? Di Myeongdong semua baik-baik saja, bibimu sudah hampir pulih dan gaji ayah akan segera naik sebentar lagi. Oh ya, ayah sudah bawakan makanan di kulkas dan semuanya hanya untukmu dan Ryeowook kakakmu. Jangan berebut ya? Ayah sayang padamu.”

Aku tersenyum mendengar voice mail ayah. Aku sangat merindukannya.

Ponselku tiba-tiba berdering, Butterfly-nya Jessica Jung dan Krystal Jung. Segera kucheck dan ternyata itu Juniel yang menelepon. Ada apa ya?

“Yeoboseyo?” tanyaku.

“Unnie, bisakah kau ke cafe sekarang?”

“Ya tapi ada apa?”

“Pokoknya, ya? Ya?”

Juniel mematikan teleponnya. Aku menarik napas, menggaet tasku dan langsung pergi ke tempat Sulli berada.

Beberapa menit kemudian aku sampai di kafe, ya, aku sempat agak sebal karena tidak ada orang disini. Apa Juniel mempermaipnkan aku? Padahal aku juga barusan datang dari sekolah dan dia tahu itu. Entah kebetulan atau apa, aku melihat ada Baekhyun, dan Kris disini.

“Kalian, sedang apa?” tanyaku keheranan sambil menatap mereka berdua. “Noona sendiri?” tanya Baekhyun, “Juniel yang meneleponku.” Jawabku pelan.

Tiba-tiba seorang gadis cantik datang, dia memakai dress selutut bermotif bunga berwarna merah muda. Oh, jangan ditanya, dia itu Jiyeon yang sedang tersenyum memamerkan dress dan high heels warna merah-nya.

“Kalian disini? Dan, aku tidak menyangka kalau Baekhyun-oppa pacaran dengan Taeyeon-unnie.” Ujarnya innocent. Aku menatap Baekhyun, “Tidak, kami hanya-“

“Sejak kapan kalian berkencan?” tanya Jiyeon dengan mata berbinar, Baekhyun menatapku, menenangkanku. “Baru kali ini.” Ujarnya tenang. Aku melotot pada Baekhyun, bukankah dia sudah punya Krystal? Lalu apa maksudnya ini?

Aku menggigit bibirku. Jiyeon kelihatan sangat gembira dan tersenyum lebar. “Whoa, sejak kapan kalian bertemu?” tanyanya.

“Kami…” aku tak tahu harus menjawab apa.

Oh Tuhan! Apa yang seharusnya kukatakan?

“Kami adalah teman masa kecil,” jawab Baekhyun, kemudian dia menatapku, seolah mengirimkan sinyal tertentu. Aku mengangguk, aku mengerti apa yang dia maksudkan. “Ya, teman masa kecil.” Aku menunduk pelan. “Wah, benar-benar sama dengan kami!” Jiyeon merengkuh lengan Kris, namun Kris menyingkirkan Jiyeon darinya.

Oh, Jiyeon. Apa aku harus memberitahumu kalau aku benar-benar sangat tidak peduli?

Aish, kenapa aku sangat tidak menyukainya?

Perangku dengan Jiyeon sepertinya berakhir ketika manager cafe-ku Sooman-ahjussi turun dan keluar dari kantornya dan mengumumkan sesuatu. Dan parahnya aku baru menyadari kalau ada puluhan pasangan disini. Mengapa begitu banyak pasangan ada disini? Whoa, mendadak kafe wortel berubah menjadi kafe cinta.

“Selamat malam, para pasangan. Kompetisi Cinta akan segera dimulai. Silahkan mendaftar di kasir kami sehingga kalian akan mendapat kesempatan untuk memenangkan hadiah senilai 20000 won. Silahkan mendaftar pada Nona Choi.” Sooman-ahjussi menunjuk pada Sulli sambil tersenyum lebar.

Kompetisi Cinta? Jenis kompetisi apa itu? Aku melihat sekelompok wanita muda menuruni tangga.  Aku yakin kalau ada sekitar lebih dari 15 pasangan.

“Oh, Oppa. Ayolah, kita hanya harus ikut lomba itu saja…. ya?” Jiyeon secepatnya merengek.

Kris sepertinya tidak tahan dan menyerah. Raksasa itu akan ikut lomba? Psh, semoga beruntung pecundang.

“Kau mau ikut?” bisik Baekhyun.

Aku? Dalam sebuah kompetisi? Ah, aku tak berpikir begitu, kawan.

“Tidak, sepertinya aku tak tertarik.” Jawabku. Baekhyun sepertinya tidak peduli dan mulai membicarakan tentang hal lainnya.

Aku ingin sekali melihat Kris gagal, namun aku tak ingin membuang-buang waktuku. Brengsek itu tidak berhak atas waktuku yang berharga.

“Taeyeon-ah, kau tidak ikut lomba?” Jiyeon cemberut?

Oh Tuhan, tolong jangan cemberut. Kau bukanlah seorang bayi.

Aku menggeleng dan terus berbicara dengan Baekhyun, namun gadis itu tak mau berhenti. Kupikir tidak berarti tidak, namun sepertinya dia masih keras kepala.

“Aww… Kau takut kalah ya?” dia tertawa kecil.

Aku agak terkejut pada awalnya. Beraninya dia berkata seperti itu padaku. Kupikir jika aku baik padanya, dia akan menghargaiku namun sepertinya aku sangat keliru.

Bagian terburuknya ialah, jika seseorang menantangku dengan sombongnya, aku tidak akan berkata tidak. Aku hanya tidak bisa menolaknya. Aku perlu menunjukkan pada orang itu siapa yang hebat dan inilah aku yang sebenarnya. Aku bangkit dari tempat dudukku dan menunjukkan wajah yang sudah siap meledak kapan saja.

“Kau tahu, Jiyeon? Sepertinya aku akan ikut berlomba. Kau mau jadi pasanganku, Baekhyun?” aku menoleh pada Baekhyun yang mengangguk mengiyakannya.

“Ayo kita pergi, oke?” aku tersenyum menyeringai, berjalan melewati pasangan Jiyeon dan Kris dengan aura berkelas tinggi.

Aku tidak mungkin kalah dengan pasangan pecundang itu. TIDAK AKAN.

****

Semua pasangan berbaris dan kami menghadap tembok besar dengan poster besar bertuliskan “KOMPETISI CINTA” ditulis dengan huruf besar berwarna merah muda. Di depan kami adalah Juniel sebagai kasir kami dengan sengiran lebar di wajahnya saat dia memeriksa semua pasangan. Di sampingnya ada DO sebagai pembawa acaranya.

“Hai semuanya dan selamat datang di Kompetisi Cinta, kami, DO dan Juniel akan menjadi pembawa acaranya. Lomba ini memiliki 3 babak dan setiap babak, akan ada setiap pasangan yang harus dieliminasi. Babak pertama adalah semua tentang keberuntungan kalian. Di belakang kalian terdapat sebuah meja dengan kertas dan pensil. Pada babak pertama, kalian mengambil catatan dan pensil, tuliskan nomor dari 1-16, nama kalian dan menyerahkannya kepada kami. Kami memiliki 16 pasangan hari ini, tapi aku hanya akan mengumumkan 5 pemenang dari putaran ini, yang berarti bahwa 11 pasangan akan dieliminasi. Jika nomor kalian dipanggil, silakan ambil piring warna di meja tepat di sampingku dan pergi ke lantai atas untuk menunggu instruksi untuk putaran kedua. Mengerti?” jelas DO.

Para pasangan menjawab ya, hampir seperti sebuah paduan suara.

“Baik” dia mengangguk dan sepertinya dia bangga akan sesuatu.

“Good luck semuanya, fighting!” kata Juniel.

Sebelum ada yang meraih apapun, seorang perempuan muda bertanya pada DO.

“Permisi, tapi … bagaimana jika dua pasangan menulis nomor yang sama dan itu adalah nomor pemenang? Apa yang terjadi kemudian?”

“Ah … begini, dua pasangan tersebut akan dieliminasi dan pemenang baru akan diambil.” jelas DO.

Aku melihat Jiyeon langsung mengambil nomor dan lari ke sudut untuk menulis nomor bersama Kris. Pfft, bahkan jika aku kalah di ronde ini, masih tidak berarti apa-apa. Itu semua lagian tentang keberuntungan. Tapi … Aku tidak bisa kalah melawan mereka. Aku tidak mau!

“Nomor berapa yang harus kita pilih?” Bisik Baekhyun di telingaku. Jarak kami yang begitu dekat membuatku agak kaget, namun Baekhyun tertawa melihat reaksiku.

“Yah, jangan begitu.” Aku mengomelinya pelan-pelan. “Maaf.” Dia tertawa, namun aku tahu dia tidak benar-benar serius.

Aku menunggu sampai semua pasangan mengambil catatan dan pensil. Aku dan Baekhyun berdiri sangat dekat satu sama lain dan sejauh mungkin dari pasangan lainnya.

“Bagaimana kalau 13?” bisikku.

“Aku melihat orang lain menuliskan itu. Bagaimana kalau 15?” bisiknya lagi.

“Dasar curang…” bisikku menggodanya.

“Aku bukan satu-satunya yang melihat, orang lain juga melihat satu sama lain. Percayalah padaku.”

“Oke, jadi 15?”

“Ya, ayo.”

Setelah memberikan kertas kami pada Juniel, aku dan pasangan lain kembali naik ke lantai atas. Aku sangat gugup. Aku benar-benar sangat ingin tahu dengan hasilnya.

Aku menatap ekspresi gembira Jiyeon itu, rasanya seperti dia tahu dia akan menjadi salah satu pemenang dari babak ini. Dasar sombong. Aish, aku harus berhenti mengutukinya di kepalaku.

“Baik semuanya, aku ingin berterimakasih untuk kalian karena sudah datang kemari dan aku harap kalian akan datang kembali tahun depan. Jadi setelah aku mengumumkan nomor kalian, harap maju menemui nona Choi dan menerima piring berwarna. Pasangan pertama yang lolos adalah…” DO menarik napas dalam-dalam, membuat pasangan lain semakin nervous.

Demi Tuhan tolong katakan saja!

“…Kris dan Jiyeon dengan nomor 9!”

Kupikir jantungku telah berhenti berdetak. Apa-apaan ini? Apa dia bercanda? Apakah mereka hanya… Aku tidak percaya ini. Mereka lolos babak pertama? Keberuntungan?

Kupikir Baekhyun menyadari kemarahanku karena dia menoleh padaku dan menepuk kepalaku sambil tersenyum.

“Gwenchana, mereka hanya pasangan pertama. Masih ada 4 lagi,” bisiknya dengan tenang.

Kau benar Baekhyun. Aku tahu, namun aku hanya benci dengan KEKALAHAN.

TBC

14 thoughts on “Fake Relationship Part 10

  1. Annyeong.. Baru suka kristae.. Ehh ketemu wp kamuuu lagiii… Mian baru komen disini.. Hhheee…
    Soalnya baru baca..hhhii
    Kyaaa.. Kayaknya umma tiri kris bakalan pnghmbat tersulit hubngan kristae😦
    Update..
    Buatin kyutae juga dongg lagi.. *nyempil hHe
    Lanjut🙂

  2. Chingu part 11 nya kapan n___n aku nunggu ampe lumutan ini *garuk aspal*;_; oh iya maaf baru komen ya chingu, sebenarnya udah lama baca tapi baru bisa comment hehe~ next part nya di cepetin yak chingu🙂

  3. Wuaaaaa akhrnya muncul jga(?)

    Baekki kau sudah ptus dngan krystal^_^?
    YESSSS….
    *dibakarkrystalbias*

    Ta…ta…tapi saeng KURANG PANJANG….. *teriakdikupingappasooman*

    Tapi tidak apa saeng onnie tetap suka koq.puas krn chapternya udh ad.kekeke^_^.
    Lagian kamu dah berusaha untk mempostingnya(?)koqonnie bngga*sok akrab-,-*

    Kalau ada ulangan bljar aja dulu. Onnie akan menunggu wlaupun lama hisk…hisk…hisk…T_T.

    FighTAENG…..^_^

  4. Finally,update juga… Kurang panjang nih,hehe
    disini Jiyeon,,,erggghh i don’t like her…
    Please deh,kris tuh punya nya taeng,,
    fighting taeyeon-baekhyun moga menang competition nya…

  5. Masih kurang panjaaaaaaang… Hahahaha…..
    Wah kok gak tukeran aja sih pasangannya… Dasar ane itu memang rada gak suka jiyeon… Ditambah dia menyebalkan disini…. Haha.. Paling suka kalimat taeng yang bilang,, please deh jiyeon kamu itu bukan bayi…
    Next part bisa lebih panjang dan moga cepet update

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s