Fake Relationship part 13

Part 13:An unexplainable accident.

Cast:

–          Kris WuYiFan

–          Kim Taeyeon

–          ByunBaekhyun

–          Park Jiyeon

Genre: Romance

Hari semakin malam, tapi aku tak peduli. Pikiranku masih kacau gara-gara kejadian itu. Rasanya aku ingin memukul apa saja yang aku temui, namun aku tak ingin ditangkap guru BK hanya karena penghancuran benda-benda disini tanpa alasan.

“Noona!”

Aku menoleh ke sumber suara, dan mendapati Baekhyun tersenyum di ujung tangga menuju taman ini sambil membawa satu plastik berisi minuman… beralkohol?

Ia menghampiriku dan mengambil sekaleng minuman dan menyodorkannya padaku. Aku menatapnya ragu, “Baekhyun, kita kan belum cukup umur untuk minum-minuman seperti ini?” tanyaku ragu. Ia terkekeh, “Lalu darimana noona tahu kalau ini minuman beralkohol? Ayolah, itu berarti noona pernah meminumnya ya kan?” ia menyenggol lenganku dan mengulurkan kaleng itu. Pelan-pelan kubuka kaleng itu, namun masih menatapnya curiga.

Baekhyun membuka kalengnya dan menyadari tatapanku yang takut-takut. Ia tertawa lagi, “Takkan ada guru yang menyadari kita, aku percaya mereka semua sudah terlelap.” Ia meneguk minumannya. Pelan-pelan kuteguk minumanku sendiri dan akhirnya aku mulai keceplosan…

Baekhyun POV

“Ya! Akhirnya kuputuskan saja untuk tidak akan pernah berbicara lagi dengannya.” Taeyeonnoona mulai cegukan lagi. Kutepuk punggungnya supaya dia hati-hati. Matanya sayu, dia kelihatan sangat mabuk. Hampir saja ia meraih sekaleng minuman lagi kalau tidak kucegah, namun ia merebutnya dan langsung menenggaknya. Aku agak merinding, Taeyeonnoona rupanya menakutkan saat mabuk.

“Lalu, kenapa tadi noona langsung pergi saja tadi?” tanyaku penasaran. Taeyeonnoona tidak jadi minum lagi, kemudian terpaku beberapa lama. “Itu karena Kris.” Ujarnya pelan.

Kunaikkan sebelah alisku, “Kris-hyung?”

Taeyeonnoona mengangguk dengan lemah, “Sebenci apapun ia padaku, ia tak pernah berteriak padaku.. dan hanya karena Jiyeon dia membentakku begitu keras.” Ia menghentikan ucapannya karena cegukan. “Sungguh! Ia tidak pernah berteriak padaku.. dan itu semua sangatlah tidak adil. Untuk beberapa alasan aku merasa hatiku hancur saat ia memperlakukan aku secara tidak adil..”

Aku mengangguk. Jadi ini yang membuat Taeyeonnoona menangis. Awas kau Kris-hyung. Kau akan menerima balasannya!

“Noona jangan menangis, air mata itu tidak pantas mengalir di wajahmu.. Kris-hyung tidak pantas mendapatkan hatimu..” kucoba untuk mengusap air matanya yang terlanjur mengalir lagi. Namun ia menolak tanganku dengan lemah.

Aku terdiam selama beberapa saat. Apa mungkin Taeyeonnoona sudah jatuh cinta kepada Kris-hyung? Andwe, mereka sudah bermusuhan selama ini dan rasanya tidak mungkin. Aku masih terdiam, hingga sesuatu rasanya seperti jatuh di bahuku. Itu kepala Taeyeonnoona yang jatuh tertidur saking mabuknya. Masih kulihat sisa air mata di pelupuk dan pipinya. Dengan hati-hati kuhapus jejak air mata itu.

****

Normal POV

“Dasar gadis tidak tahu sopan santun! Beraninya dia bilang aku wanita murahan dan langsung menyerangku begitu saja.” Jiyeon masih menggerutu di kamarnya. Sementara Kris hanya diam saja, tak menggubris omelan Jiyeon yang masih setia mengomel di sampingnya. Memikirkan reaksi Taeyeon yang tidak biasa karena dia membentaknya tadi. Demi apapun ia bersumpah kalau dia tidak sengaja berteriak kepada Taeyeon!

Namun sialnya Jiyeon masih meneruskan gerutuannya, “Tch. Apalagi ada kabar yang mengatakan kalau kau pernah berpacaran dengannya. Itu tidak benar kanoppa?” tanya Jiyeon sambil melipat tangannya. Kris berdiri dari tempatnya duduk, “Jiyeon bisakah kau diam sebentar? Aku sedang berusaha menjernihkan pikiranku!” ujar Kris sedikit agak keras. Jiyeon masih tidak menutup mulutnya, malah menggoyang-goyangkan lengan Kris. “Oppa kau tidak pernah berpacaran dengannya kan?” tanyanya agak keras.

Kris hanya terdiam, kemudian menghempaskan tangan Jiyeon dan keluar dari kamar Jiyeon. “Oppa!” teriak Jiyeon. Namun Kris masih tidak berhenti.

Baru saja Kris menelusuri lorong hotel untuk mencari Taeyeon, namun rupanya ia memergoki Baekhyun sedang menggendong Taeyeon di punggungnya. Taeyeon tampak sedang tertidur pulas. Menyadari ada orang di belakangnya, Baekhyun menoleh dan mendapati ekspresi kaget dari Kris, namun Baekhyun pura-pura mengacuhkan Kris dan terus mencari kamar Taeyeon.

‘Baekhyun dan Taeyeon..’ Kris membatin. Ia menyandarkan dirinya ke dinding dan menghela napas panjang.

Pelan-pelan Baekhyun mendorong pintu kamar yang tak terkunci, tak ada Jiyeon di kamar, mungkin saja sedang keluar. Dengan hati-hati ia tidurkan Taeyeon di ranjangnya. Tak lupa ia mengambil sebuah selimut yang ada dan menyelimuti Taeyeon. Ia duduk di samping ranjang Taeyeon, dan tersenyum perlahan sambil mengamati wajah Taeyeon. Tangannya bergerak untuk merapikan poni Taeyeon yang terjurai menutupi dahinya. Kemudian ia bangkit dari ranjang dan keluar meninggalkan kamar.

Taeyeon POV

Sinar mentari menyilaukan mataku, entah darimana. Mungkin saja sekarang sudah pagi. Kulihat Jiyeon masih tertidur pulas di ranjang samping dekat jendela. Kepalaku pusing, dan rasanya badanku masih sakit semua. Rasanya aku tak pernah pergi ke ranjang, dan kupikir saat itu aku sedang bersama Baekhyun dan aku mabuk. Apa Baekhyun yang mengantarku kemari?

Aku menggosok kedua mataku dan mengumpulkan nyawaku untuk bangun. Setelah semuanya sudah siap, kupaksa tubuhku untuk bangkit dan mengecek ponselku. Sekarang sudah jam enam pagi dan aku harus bangun. Kuambil handukku dan aku berjalan ke kamar mandi dengan tertatih-tatih.

“Annyeongnoona, bagaimana tidurmu?” Baekhyun menyapaku saat aku sedang sibuk mengambil sarapan di kafe terdekat di hotel. Aku tersenyum, kemudian mengikuti Baekhyun ke mejanya. “Maaf sudah merepotkanmu ya, apa kau yang mengantarku ke kamar?” tanyaku tidak enak. Baekhyun menggeleng, “Aninoona. Gwenchana.” Ujarnya.

Entah kenapa rasanya seperti ada suara hentakan garpu yang sangat keras. Aku menoleh ke sumber suara. Itu Kris yang ada di ujung kafe, tadinya kupikir ia memandangku dengan tatapan judesnya namun dengan cepat ia beraksi seolah-olah tak ada apa-apa. Aku menggeleng.

Tiba-tiba ponselku bergetar, ada pesan masuk.

From: Kris

Heydangshin! Nanti siang jangan lupa pergilah ke kafe jam sembilan, ada sesuatu yang ingin kutunjukkan.

Aku mendecakkan lidahku. Aku menggeretakkan gigiku. Dasar, dia selalu mengganggu momen-momen paling berharga dalam hidupku!

“Waenoona?” Baekhyun menatapku dengan innocent. Aku menggeleng kuat-kuat, “Aniyo!” dan langsung saja kulanjutkan sarapanku.

Kusisir rambutku di depan cermin, tinggal sedikit lagi dan aku akan selesai! Namun tiba-tiba ponselku berdering — video call masuk?

Kuterima panggilan itu, dan aku sangat terkejut saat mengetahui kalau yang memanggilku adalah appa, eomma dan Ryeowook-oppa!

“AnnyeongTaeyeon! Bagaimana rekreasimu?” terlihat eomma berusaha mendesak supaya lebih kelihatan di video call. Aku masih tak menjawab, masih agak shock. Sejak kapan mereka punya ponsel? Ponselku saja aku beli dengan kerja keras. “Da-darimana kalian dapatkan ponsel ini?” tanyaku kaget.

Ryeowookoppa mendesak Appa yang ada di tengah, “Namjachingu-mu yang memberikannya pada kami. Bukankah dia baik?” ujarnya dengan gembira. Kumiringkan alis kiriku, andwe.

“WU YI FAN!!” aku berteriak kepada namja yang kini sedang berbincang dengan beberapa siswi itu. Ia menoleh padaku masih menenteng cocktail miliknya dengan innocent. “Wae?” tanyanya tanpa rasa berdosa. Aku memasang deathglare andalanku. “Siapa yang menyuruhmu membelikan keluargaku ponsel semahal itu heh?” tanyaku dengan curiga. Ia tampak berpikir, “Eh kenapa ya? Karena aku ingin menghubungi mereka jika suatu saat nanti kau melakukan yang tidak-tidak padaku. Misalnya memutuskan kontak denganku.”

Mwo?

Langsung saja kuinjak kaki namja ini, tak peduli meskipun aku mengenakan highheels sekalipun. Spontan ia mengangkat kakinya dan memeganginya sambil mengaduh kesakitan. “Hey! Appo!” teriaknya padaku. Aku masih tak menggubrisnya, masih menertawakan penderitaannya itu, ia harus mendapat balasannya. Sementara gadis-gadis lain tampak kaget dan memasang tatapan kaget padaku. Namun aku benar-benar tidak peduli.

“Oh tunggu! Aku punya sesuatu yang harus kutunjukkan.” Entah kenapa ia sembuh cepat sekali dan langsung menggandeng tanganku menuju suatu tempat. Mau tak mau aku menurut saja saat ia menyeretku.

Ugh, kami harus melewati beberapa pohon kelapa yang lebat sekali. Entah kenapa lama-lama pikiranku jadi tidak enak, aku hanya memandang Kris dengan pandangan parno sambil tetap menggenggam tangannya erat. Hingga akhirnya kami tiba di suatu tempat, sebuah pantai yang indah sekali, sangat indah.

Mataku membulat. Ombak berdesir di bibir pantai dengan indah, matahari bersinar cerah, dan pemandangannya sungguh fantastis. Aku menoleh kepada Kris dengan tatapan heran, sementara ia masih tersenyum bangga menatap pantai itu. “Kris darimana kau tahu kalau aku suka pantai?” tanyaku lirih, mungkin hampir tidak kedengaran. “Aku dan Seohyun adalah sahabat, dia sering bercerita padaku kalau kau sangat ingin mengunjungi pantai. Karena aku kasihan ya, kau kuajak kemari.” Ia menggaruk kepalanya.

Mungkin inilah yang dibilang Krystal tentang sisi baik seorang Kris. Langsung saja kupeluk dia erat-erat, dan baru kusadari kalau tinggiku mungkin hanya setinggi dadanya saja. “Krisgomawoyo!” ujarku spontan. Pertama ia terlihat agak risih, namun ia membiarkanku terus memeluknya hingga ia akhirnya berdehem dan membuatku sadar apa yang baru saja kulakukan. Ia tampak sedang tersenyum evil. PaboTaeyeon! Perhatikan harga dirimu! Aku hanya bisa menatapnya ragu dengan pipi merona merah.

Kami pun terdiam satu sama lain selama beberapa saat, hingga tiba-tiba sesuatu mencipratiku, itu air! Kulihat Kris sedang terkekeh penuh kemenangan sambil mencipratiku dengan air laut. Aku tidak terima, akhirnya kubalas saja dia. Kami saling menciprati satu sama lain selama beberapa saat, hingga akhirnya kami tak sadar sudah berapa jam kami menghabiskan waktu berdua.

Jiyeon POV

Aku masih tidak mengerti, kalau memang benar Kris oppa pernah pacaran dengan gadis tak tahu sopan santun itu, kenapa ia masih menutupinya dariku? Dan kalau itu memang tidak benar, kenapa juga Kris oppa sepertinya lebih mementingkan dirinya daripada aku yang notabene-nya adalah pacar resminya? Kris oppa benar-benar keterlaluan!

Kusibakkan rambut yang menghalangi pandanganku dan berhenti berjalan tanpa arah, kemudian kuraih bedak yang ada di dalam tasku sambil memandangi wajahku. Aku cantik, aku kaya, aku memiliki segalanya yang tidak dimiliki oleh Taeyeon. Namun apa hebatnya Taeyeon hingga sepertinya Kris oppa memilih dia daripada aku? Dia hanyalah seorang gadis pendek yang miskin yang jelas-jelas tidak ada apa-apanya daripada aku!

Entah kenapa kudengar suara berisik dari semak-semak belukar yang ada di samping kiriku. Aku penasaran, ada apa ya? Kutelusuri tempat itu, bahkan harus rela kalau sesekali blus baruku ini tersangkut semak-semak ini. Hingga aku mendapat pemandangan yang paling menyebalkan dalam hidupku.

Kris oppa dan Taeyeon. Apa yang mereka berdua lakukan disini? Kulihat mereka sedang asyik bermain air dan saling mengejek satu sama lain.

Aku mengepalkan tanganku erat-erat. Taeyeon, tunggu saja pembalasanku.

Kemudian aku memilih untuk meninggalkan tempat itu, sambil memikirkan beberapa rencana untuk membuat Taeyeon menyesal karena mendekati Kris oppa. Tidak ada yang boleh memiliki Kris oppa kecuali aku!

****

Taeyeon POV

Gaun, sudah siap. Kini aku sedang menggunakan gaun yang diberikan Seohyun padaku. Ya, kalau tidak karena Seohyun yang mati-matian memaksaku mengenakan gaun ini, aku takkan mau mengenakannya. Dress selutut yang polos dan hanya dihiasi pita di pinggir-pinggirnya. Aku hanya memilih untuk menggerai rambutku dan memasang pita kecil di poniku, perfect. Aku tersenyum sendiri di depan cermin.

Jiyeon? Jangan tanya, ia sudah pergi beberapa menit yang lalu.

Kulangkahkan kakiku yang sudah beralaskan highheels yang dulu sempat dibelikan Kris untukku. Ya, ponselku sudah banjir oleh berpuluh-puluh pesan darinya yang menuntutku untuk mengenakan highheels warna ungu ini. Jelas aku harus memakainya kalau tak ingin ia mengomel panjang lebar lagi. Aku memasuki ruang promnite dengan ragu, aku yang tidak pandai berdandan kini dikelilingi oleh beratus-ratus pasangan dan guru yang sedang berbincang-bincang.

Kulihat Seohyun memakai gaun warna merah kebanggaannya. Ia memang sangat menyukai gaun yang dulu sengaja kupilihkan saat kami belanja bersama dulu. Ia menyadari kedatanganku dan langsung menghampiriku bersama Luhan yang menyusulnya. “Taeng! Kau cantik sekali, aku sudah tahu gaun ini cocok untukmu.” Ia tersenyum manis yang membuatnya tampak cantik. Luhanmengiyakan pendapat Seohyun, “Nae. Gaun ini cocok untukmu.” Tambahnya.

Aku tersenyum malu, kemudian aku menyadari kalau ada seseorang menepuk pundakku dari belakang. Itu Baekhyun yang sedang tersenyum manis dengan tuksedo warna hitamnya yang membuatnya makin tampan. Omo, Baekhyun memang sangat tampan malam ini. Aku hanya diam tak bergerak saat ia menatapku dengan tatapannya yang memang sangat keren, dan baru sadar saat ia menggoyang-goyangkan tangannya di depanku.

“Noona, gwenchanayo?” tanya Baekhyun khawatir. Pipiku memerah, aku mengangguk pelan sambil tersenyum malu. Ia membalas senyumku dan mengulurkan tangannya, “Mau berdansa?” tawarnya. Aku menggeleng, mengajak seorang Kim Taeyeon berdansa adalah ide yang sangat buruk. “Aku tidak bisa berdansa Baekhyun, kau ajak gadis lain saja.” Tolakku. “Kupikir kau adalah pedansa yang baik noona.”

Aku baru sadar Seohyun masih ada di sampingku saat ia berdehem, kemudian ia memelototiku seolah memberiku sinyal supaya aku pergi dengan Baekhyun. Aku menaikkan alisku dan menatapnya dengan tatapan apa-kau-yakin, dan Seohyun mengangguk. Aku kembali menatap Baekhyun dan mengangguk, kemudian menyambut tangannya. Kami pun berjalan beriringan menuju lantai dansa.

“Waltz akan segera dimulai, tolong segera bersiap untuk para pasangan yang akan mengikuti dansa Waltz.” Terdengar pengumuman dari kepala sekolah. Beberapa pasangan langsung berkumpul, termasuk aku dan Baekhyun. Awalnya aku hanya berkonsentrasi dengan menatap Baekhyun yang antusias menatapku saja, namun tiba-tiba aku menangkap sosok yang familiar itu sepuluh meter dari punggung Baekhyun. Sedang bersiap menari bersama seorang gadis yang kutebak itu adalah Jiyeon. Kenapa aku bisa tahu? Sebab hanya dia yang memakai gaun semewah itu.

Pura-pura kuacuhkan dia, dan tetap menatap Baekhyun. Musik mulai beralun, aku meragu apa aku bisa melakukannya. Namun Baekhyun menuntunku dengan sabar dan akhirnya aku bisa berdansa Waltz dengan sedikit lancar. Baekhyun tersenyum padaku dan aku balas tersenyum padanya. Beberapa pasangan lain juga terlihat romantis sekali, bahkan kulihat Seohyun terlihat sedang berdansa sambil memeluk Luhan. Aku menggelengkan kepalaku, dasar anak ini.

“Waenoona? Kau lihat sesuatu?” tanya Baekhyun penasaran. Aku mengalihkan pandanganku dan langsung menatap Baekhyun. “AniyoBaekhyun, aku hanya melihat Seohyun tadi.” Ujarku. Baekhyun tersenyum (lagi) dan entah kenapa senyumannya ini terlihat sangat charming di mataku. “Noona terlihat sangat cantik malam ini.” Ujarnya.

Blush~ Pipiku langsung memerah menatapnya. Kualihkan pandanganku dari Baekhyun, entah kenapa aku jadi nervous. “Gomawo,” ujarku meragu. Baekhyun meraih pipiku, kemudian membuatku tetap menatapnya. Entah kenapa aku jadi berkeringat dingin dan suasana diantara kami makin panas. Namun rupanya aku terlalu nervous untuk bergerak.

Ia memejamkan matanya, kemudian mendekatkan wajahnya padaku perlahan-lahan. Aku mengerti apa yang ia inginkan, kemudian aku ikut memejamkan mataku. Hingga sedikit lagi, sedikit lagi, namun tiba-tiba sesuatu menarik tanganku dengan kuat menjauh dari Baekhyun. Kutatap si pemilik tangan yang masih mencengkeram tanganku ini, itu Kris yang sedang melempar deathglare kepada Baekhyun.

TBC

6 thoughts on “Fake Relationship part 13

  1. wissss keren. sisi manis kris muncul aigoo so sweet
    wah demen banget part ini moment moment tak terduga banyak bermunculan salah satu nya yg pas bagian akhir ciee pas taeyeon mau di kissu baekhyun kris langsung bertindak toh
    argghh kris cemburu ><

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s