What Is Love? -end-

Title: WhatIs Love part 2

Author: Seonhee

Length: Twoshoot

Rating: T

Genre: Romance

Main Cast:

–          ByunBaek Hyun

–          AhnSoHee

–          Lee Byung Hun

–          ChoiJuniel

Enjoy!

AtBubbleteacafe.

Sohee masih setia menunggu di meja depan kafe ini. Ia memang sengaja memilih di luar kafe karena ia ingin sekalian melihat pemandangan. Ia mengedarkan matanya ke sekeliling, mobil berlalu lalang dan pejalan kaki yang tidak menyadari kalau seorang AhnSohee ada disana.

Tak lama Baekhyun datang dengan dua gelas bubbletea di tangannya. Sohee tersenyum dan langsung mengambil gelas miliknya.

Baekhyun menyeruput bubbletea-nya. “Bubbletea paling enak yang pernah ada.” Ujarnya sambil tersenyum. Sohee mengangguk. “Masih ingat saat kau mentraktirku bubbletea dulu? Sampai kau memanggil namaku dari luar gedung JYP?”

Yang disindir hanya terkekeh pelan. “Tapi begitu mendengar bubbletea matamu seperti langsung bersinar.” Baekhyun bahkan memperagakan kilauan mata Sohee dengan cara membuka telapak tangannya lebar-lebar dan menggerak-gerakkannya.

Sohee kembali terkekeh. “Kau hampir tahu segalanya tentang aku Baekhyun.”

Suasana kembali hening, Baekhyun tidak berselera untuk menghabiskan Bubbletea-nya, begitu pula Sohee yang hanya mengaduk-aduk sedotannya. Dan seperti biasa, sakit yang melilit-lilit itu kembali mampir di perut Baekhyun

“Juniel.” Nama itu keluar dari bibir Sohee secara tiba-tiba. “Wae, dengan Juniel?” tanya Baekhyun yang langsung tertarik dengan topik yang diajukan Sohee.

Sohee menggeleng. “Ani. Entah kenapa saat aku mulai berbicara dengannya kau seperti sangat tertarik.” Ujar Sohee.

Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Kami mulai dekat sejak latihan untuk specialstage.” Akunya.

Bingo.

Seperti yang Sohee duga, Baekhyun pasti menyembunyikan sesuatu darinya. Tapi Sohee masih berusaha keras untuk membuat Baekhyun mau mengakuinya. Seperti memecahkan puzzle yang susah-susah gampang.

“Kau suka dengannya.”

Baekhyun seperti salting saat mendengarnya. “Bagaimana mungkin aku jatuh cinta dengannya? Aku baru bertemu dengannya beberapa kali.” Ujar Baekhyun sambil berusaha menghindari kesalahpahaman ini. Namun Sohee menggeleng dan menolak untuk mengerti.

“Caramu memperlakukan dia, saat kau menyanyi dengannya, entah kenapa aku bisa merasakan chemistrydiantara kalian berdua. Oh, abaikan pendapatku.” Ujar Sohee asal.

Sohee menopang dagunya dan memutar-mutar sedotannya. “Aku akan mendukung Baekhyun dan Juniel.” Ia lalu tersenyum manis.

“Molla, aku butuh waktu.” Ujar Baekhyun sambil menyeruput bubbletea-nya.

****

“Kau yakin hyung?” Sehun masih menatap Baekhyun yang sedang mengaduk-aduk supnya. Baekhyun masih menggeleng pelan, kemudian berdiri dari kursinya dan langsung mengambil jaketnya yang tersampir di gantungan pintu dorm.

Baekhyun berusaha keluar dari dorm, namun Chanyeol menghalangi jalannya dengan berdiri di depan pintu dorm. “Kau tidak pernah mencintainya Baekhyun, jangan sia-siakan perasaanmu.” Nasihatnya. Namun Baekhyun tidak mengindahkan Chanyeol dan langsung pergi menuruni tangga dan mengambil motornya.

Juniel masih menunggu dengan sabar di taman, jam tangannya masih menunjuk angka sembilan lebih lima belas, namun sebenarnya Baekhyun berjanji untuk bertemu dengannya pukul sembilan tiga puluh tepat.

“Junhee-ya!” Baekhyun berlari-lari kecil menuju Juniel yang masih menunggu di bangku taman.

Juniel menoleh dan mendapati Baekhyun yang sedang memegangi lututnya dan ngos-ngosan. “Baekhyunoppa?”

Baekhyun mendongak dan tersenyum manis, “Maaf membuatmu menunggu lama. Aku… Aku ingin mengatakan sesuatu.” Baekhyun buru-buru berlutut di hadapan Juniel. Entah kenapa rasa sakit perutnya kembali melilit di ususnya, namun ia sekuat tenaga mengabaikannya.

‘Kau tidak boleh sia-siakan dia Baekhyun, ini adalah pilihanmu sendiri.’ Batin Baekhyun.

“Na… Na joaheJuniel-ssi. Aku suka padamu sejak pertemuan pertama kita.”

Juniel tidak berkata-kata, kehabisan kalimat untuk diutarakan tentang perasaannya saat ini.

AtDreamConcertbackstage

“Juni!” seperti itulah Baekhyun memanggil Juniel. Kini Baekhyun langsung berlari dan memeluk Juniel erat di hadapan member EXO K.

Member EXO K lain hanya melempar deathglare karena mereka semua masih single. Jealousdetected😄

Juniel tersenyum manis, “Oppa. Oppa keren sekali tadi!” ia melepas pelukannya dan menunjukkan dua jempol pada Baekhyun. Baekhyun tersenyum malu, “Kemarin aku membeli album barumu yang berjudul Bad Man.”

D.O berdehem, “Harusnya dipasang tanda dilarang bermesraan disini.” Ujarnya iseng yang langsung membuat Juniel tersenyum malu.

“D.O cemburu karena dia adalah yang satu-satunya belum pernah pacarandiantara kami semua.” Ejek Baekhyun yang langsung mendapat pukulan kecil di lengannya.

Dan akhirnya mereka saling melempar ejekan satu sama lain, dimulai dari D.O yang tidak terima disebut tidak laku-laku oleh semua member. Namun ia agak sedih karena ia sendiri yang memang belum pernah pacaran.

“Sohee-noona!” ujar D.O spontan. Semua yang ada di ruangan langsung menoleh ke arah yang dituju D.O dan menemukan seorang gadis berpipi chubby sedang tersenyum sambil menggenggam tangan seorang namja.

Baekhyun menghentikan tawanya dengan spontan dan terdiam saat melihat Sohee sedang menggandeng Ljoe. Ia lalu menggaet tangan Juniel dengan cepat dan menggenggamnya erat.

Entah kenapa suasana menjadi hening, dan sekaligus kaku.

“Noona juga menonton DreamConcert?” tanya Kai yang mencoba mencairkan suasana.

Sohee mengangguk, “Ne. Aku nonton dengan Ljoe. Dan rupanya ada staf yang mengenali kami jadi, ia menyuruh kami masuk ke backstage.” Ujar Sohee sambil tersenyum.

Baekhyun masih tidak bisa untuk tidak menatap Sohee. Ia sendiri sedang bersusah payah untuk menghindari Sohee tanpa menimbulkan kecurigaan dari membernya.

“Baekon, kau tidak mau berbicara padaku?” tanya Sohee ragu-ragu. Baekhyun agak salting, ia lalu menggeleng kuat-kuat. “Apa kabarmu Sohee-ya?” tanya Baekhyun pelan.

Sohee mengerucutkan bibirnya. “Mana panggilan Heeso-mu itu?”

‘Sial!’ Baekhyun menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. Entah kenapa rasa gugup itu kembali muncul, dan sialnya ia juga lupa dengan nama panggilan Sohee darinya itu.

“Mianhe, aku hanya terlalu sibuk sampai aku hampir lupa dengan segalanya.” Jawab Baekhyun asal.

Chanyeol agak melempar deathglare pada Baekhyun. Sebenarnya ia tahu apa yang kini dirasakan Baekhyun, namun ia hanya memilih untuk menyimpannya.

*Skiptime*

“Baekhyun, kupikir ada yang aneh denganmu.” Ujar Chanyeol sambil berhenti memetik gitarnya.

Baekhyun menghentikan kegiatannya saat ini – membersihkan pigora fotonya dengan Juniel – dan menoleh pada Chanyeol. “Apa.”

Chanyeol mendongak pada Baekhyun. “Kupikir kau jadi agak murung akhir-akhir ini, kau tahu, setelah Ljoepacaran dengan Sohee.”

Baekhyun kembali dengan kegiatannya. “Gwenchana.” Ujarnya sambil mengelap pigora itu. Ia sedikit tersenyum saat pigora itu kembali berkilau dan menaruhnya di posisinya tadi.

“Tidak, kupikir kau tidak baik.”

Baekhyun menghempaskan tubuhnya di kasur, di sebelah Chanyeol yang agak sibuk meletakkan gitarnya di sudut dinding supaya tidak jatuh. “Apanya yang berbeda, kau yang terlalu serius.” Ia mengambil sebuah bantal dan mengalasi kepalanya.

Chanyeol menghela napas. “Kau tidak bisa berbohong, Baekhyun.” Baekhyun lalu bangkit dari kasur, “Apa maksudmu?” tanyanya.

“Kau mencintai Sohee-nim, bahkan hingga sekarang. Ini sudah setahun kau menunggunya sia-sia. Harusnya kau sudah bisa melupakannya.”

Baekhyun memaksakan senyumnya dan melemparkan bantal pada Chanyeol. “Berhenti bicara yang tidak-tidak, aku sudah pacaran dengan Junielpabo!” sangkalnya.

Chanyeol bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju pintu kamar. “Kau tidak benar-benar mencintai Juniel. Kau hanya melampiaskan perasaanmu, itu saja.” Ia lalu memutar kenop pintu dan keluar dari kamar, meninggalkan Baekhyun yang sedang merenungkan perasaannya.

Baekhyun POV

Ponsel yang sengaja kutaruh di dekatku tiba-tiba berdering. Itu dari Juniel yang menghubungiku malam-malam begini. Aku agak menghela napas dan mengangkat panggilan itu.

“Yeoboseyo?”

“Ah, mian mengganggu oppa. Aku.. aku sedang kangen dengan oppa itu saja.”

Aku tersenyum, nada bicaranya yang cute memang membuatku tidak tega untuk menyakitinya sedikitpun. Namun entah kenapa aku memang tidak memiliki perasaan apapun padanya.

“Gwenchana, aku juga belum tidur. Nadobogoshipeo.” Ujarku singkat. Kudengar Juniel tertawa kecil dari seberang sana. “Kenapa, belum tidur? Ini sudah jam sebelas malam oppa.”

“Aniyo, masih belum mengantuk saja. Ppali tidurlah, nanti kau sakit jika tidur terlalu malam.” Ujarku. “Neoppa, jaljayo. Aku titip salam untuk memberdeul lainnya, dan… Saranghaeyo.”

Hatiku tertusuk mendengar ucapan Juniel. “Nadosaranghae.” Ujarku lirih, seiring dengan putusnya sambungan. Hatiku sakit karena sudah mengatakan yang bukan perasaanku. MianheJuniel.

Kutaruh ponselku itu di sampingku, namun rasanya aku masih belum ingin tidur. Chanyeol mungkin sedang menonton pertandingan bola bersama Sehun. Kuambil ponselku iseng dan mencari kontak bernama Sohee di daftar kontakku.

“Yeoboseyo?” terdengar suara jernih nan dewasa dari seberang sana. Aku tersenyum, memang suara ini yang selalu ingin aku dengar. “Heeso, kuharap kau belum tidur.” Aku agak terkekeh dengan ucapanku sendiri.

“Kalau aku sudah tidur mana mungkin kujawab panggilanmu paboya.” Ujarnya, bisa kubayangkan kalau dia sedang mengerucutkan bibirnya.

Aku terkekeh. “Kenapa belum tidur?” tanyaku. “Entahlah, kupikir langit malam ini terlalu cerah dan aku hanya tidak bisa tidur. Mungkin aku akan menunggu bintang jatuh.”

Cepat-cepat aku berlari ke jendela kamar dan membuka tirai, dan kutemukan langit malam yang cerah penuh dengan bintang. “Kau sendiri?” ia bertanya padaku.

“Molla. Hanya sedang banyak… pikiran.” Ujarku lirih. Entah kenapa rasanya hatiku sakit lagi. “Jangan berpikir banyak-banyak, itu tidak baik.”

‘Bagaimana aku bisa tidur kalau setiap hari kau selalu memenuhi pikiranku dan membuatku hampir gila!’ begitu aku ingin menjawab. Namun aku tidak siap, segera kuganti kalimatku.

“Heeso, menurutmu cinta itu apa?” tanyaku asal. PaboBaekhyun, kenapa kau tanya seperti itu?! Kurutuki diriku sendiri.

Tidak kudengar jawaban, aku masih berdoa dalam hati supaya dia tidak menyadarinya. “Ah, kalau kau bingung tidak apa-apa. Er, kau bisa menjawabnya di lain waktu. Tidurlah sudah malam.”

“Ne, kau juga. JaljayoBaekon.” Dan sambungan terputus. Aku melempar pandangan keluar jendela, melihat sebuah bintang yang bersinar paling terang di langit utara.

Entah kenapa rasanya mataku menjadi buram. ‘Saranghaeyo.’ Batinku sambil menatap wallpaperponselku, Sohee yang sedang tersenyum innocent. Aku menarik napas panjang, kemudian mengusap kedua mataku.

****

Normal POV

Baekhyun menarik napas dan mulai stretching. Udara taman yang segar membuat perasaannya semakin baikan. Sepoi-sepoi angin mulai meniup syalnya yang tipis melilit lehernya.

Ia mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu yang enak dipandang. Pepohonan hijau dan bunga yang berwarna-warni semakin membuat hari Minggu ini adalah Minggu yang terbaik yang pernah ada.

Matanya menangkap seseorang yang familiar itu, sedang mengamati tanaman bunga dandelion dengan takjub. Dan rupanya sosok itu juga menyadari keberadaan Baekhyun yang hanya sepuluh meter darinya.

“Baekhyun…”

“….Sohee.”

Baekhyun dan Sohee duduk-duduk di sebuah bangku taman yang tersedia. Hanya terdiam. Baekhyun sesekali membuat irama anonim dengan mengetuk-etukkan buku jarinya di bangku taman, sementara Sohee memainkan benang merah yang terjulur di sweaternya.

“Lama tidak berjumpa, karirmu semakin melambung saja.” Sohee berceletuk duluan. Baekhyun tidak menjawab, hanya mengulum senyum.

Sohee menatap Baekhyun, “Kau pasti semakin sibuk.” Ujarnya. “Kupikir aku hampir lupa dengan segalanya tentang taman ini.” Celetuknya yang langsung ditertawakan Sohee. “Kau tidak lupa denganku kan?”

‘Mana mungkin aku melupakanmu, kau selalu ada di pikiranku di setiap waktu.’

“Mana mungkin aku melupakanmu, wajahmu itu susah dilupakan.” Ujar Baekhyun yang jawabannya melenceng jauh dari perkataan hatinya.

Sohee tersenyum dan merundukkan kepalanya, kemudian kembali mendongak. “Sampai kapan kau mau single saja? Aku bisa menawarkan beberapa teman perempuanku kalau kau mau.”

“Tidak perlu, terima kasih.” Baekhyun agak terbatuk. “Aku sudah berpacaran dengan gadis yang ada di dreamconcert itu sejak tiga bulan lalu.”

Beberapa saat kemudian, vokalis dari EXO K itu mendapatkan sebuah pukulan tepat di kepalanya. Sohee lalu mengakhiri tindakannya sambil melipat tangannya. “Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku hah? Dan kenapa kau tidak meresmikannya di publik?” tanyanya.

“Menurutku media tidak perlu tahu, dan lagipula SM tidak menghendakinya karena sebagai rookie kami harusnya single, bukankah begitu?” Baekhyun terkekeh sambil mengusap memarnya.

Entah kenapa jantung Sohee berdebar melihat senyuman Baekhyun yang sangat manis itu, namun ia memilih untuk tetap bertingkah seperti biasanya.

AtWG’sdorm.

Sohee memeluk gulingnya erat di sofa, sementara Lim tertawa saat melihat Sunye harus melerai Yubin dan Yenny yang berebut remot TV. Mereka berdua memang tidak pernah dewasa meskipun usia mereka sudah dewasa.

Meskipun kini Yubin menyalakan drama yang tidak terlalu disukai Sohee, entah kenapa kali ini Sohee diam saja dan hanya melamun seharian.

“Unnie, gwenchana?” tanya Lim yang khawatir. Sohee menggeleng, ia masih terus mencari jawaban kenapa akhir-akhir ini Baekhyun terus menghindar darinya.

“Hey, aku kangen dengan EXO-K.” Ujar Yenny ceplas-ceplos. Rupanya perang sudah berakhir antara Yubin dan Yenny yang berakhir dengan Yubin menang telak.

Tiba-tiba di pikiran Sunye tercetus ide. “Kupikir mereka sedang tidak sibuk. Bagaimana kalau kita video call mereka?” usul Sunye. “Setuju!” ujar Lim yang langsung dikelilingi oleh pandangan seram dari unniedeulnya.

Yenny langsung berlari ke kamarnya. Beberapa saat kemudian ia kembali dengan sebuah laptop di tangannya. “Ayo kita panggil D.O!” usulnya sambil melirik Lim yang sedang blushing.

Beberapa saat kemudian internet lalu tersambung, dan untungnya Kai sedang Online di Skype. Tak lama, chat akhirnya tersambung dan menampilkan wajah Kai, juga ada Chanyeol dan Sehun di belakangnya.

“Ya! Wae tidak menghubungi kami?” tegur Yenny. Kai terkekeh dari seberang sana. “Mianhenuna, kami sibuk akhir-akhir ini!”

Sebuah ide nakal tercetus di kepala Yubin. “Oh ya, dimanaD.O, Suho, dan Baekhyun?” tanya Yubin yang langsung mendapat deathglare dari Lim.

“D.Ohyung sedang masak untuk makan malam, Suho-hyung sedang membaca di sofa yang itu karena tidak mau kami ganggu. Kalau Baekhyunhyung sedang sakit, sekarang dia sedang tidur-tiduran di kamarnya.”

“Baekhyun, sakit apa?” tanya Sohee spontan. Kai menggaruk kepalanya. “Dia pingsan karena kelelahan.” Ujarnya.

Tak lama sepertinya ada D.O yang lewat dibelakangKai. “D.O!” panggil Sunye. Dan rupanya D.O menyadarinya. Ia hanya cengengesan saat melihat WG di video chatnyaKai. Ia lalu menaruh nampannya dan mendekat ke video chat.

“Sunyenoona!” panggilnya sambil melambaikan tangan. “Hey! Lim titip salam untukmu!” ujar Yenny yang langsung mendapat pukulan di pundaknya. D.O terkekeh, “Bilang kalau aku akan meneleponnya malam ini noona!”

Wajah Lim makin memerah mendengarnya. Tidak lupa ia langsung meraih ponselnya yang ada di meja.

****

Sohee menunggu LJoe dengan sabar di kafe. Ini sudah lima belas menit namun Ljoe belum juga menunjukkan batang hidungnya. Ia agak mendengus dan menopang dagunya.

Ia menoleh ke sekeliling, masih tidak ada yang menarik selain pasangan-pasangan yang sedang bermesraan sambil menunggu makanan datang. Namun entah kenapa pandangannya berhenti pada seorang namja yang tampak familiar dengannya. Itu Baekhyun.

Sohee tersenyum dan hendak menghampirinya, namun langkahnya berhenti saat mengetahui jika Baekhyun tidak sendirian. Tampak seorang gadis menaruh nampan berisi makanan di meja mereka.

Baekhyun terlihat bahagia sekali saat itu, terlihat ia tertawa-tawa saat gadis itu bercerita tentang banyak hal.

Ia tidak tahu apa yang kini ia rasakan. Entah apakah ia harus merasa patah hati atau apa. Sohee masih terdiam disana. Ia bingung, haruskah ia merasa patah hati walau ia sudah memiliki orang lain, atau berpura-pura tidak peduli meskipun hatinya sangat hancur?

Tidak, Sohee tidak akan peduli. Meskipun Baekhyun dengan siapa saja, itu bukan urusannya. Dan hubungan mereka itu hanya sebatas teman tidak lebih, jadi untuk apa ia patah hati?

Sohee hendak melangkahkan kakinya dan pergi dari tempat ini, namun ia menabrak seseorang.

“Mi-mianhae aku-” perkataan Sohee terhenti saat sebuah tangan melambai di wajahnya. “Sohee, ini aku Ljoe.” Ujarnya sambil tersenyum.

Sohee memaksakan senyumnya. Paling tidak kehadiran Ljoe akan menenangkan kekalutan di hatinya.

Ljoe menggandeng tangan Sohee dan mengajaknya keluar, meninggalkan tatapan kosong dari Baekhyun yang sedari tadi memperhatikan Sohee.

AtWG’sdorm

Sohee masih mengurung diri di kamarnya. Rasanya ia tidak berselera hanya untuk makan. Sunye sudah bosan untuk mengajak Sohee makan dan mengetuk-etuk pintunya. Selalu mendapat jawaban yang sama.

“Sohee makanlah, kau belum makan apapun sejak tadi.”

“Ani, aku sudah makan saat bersama Ljoe tadi! Aku tidak lapar unnie.” Ujar Sohee bersikeras.

PonselSohee berdering, itu dari Baekhyun, cepat-cepat ia mengangkat panggilannya.

“Yeo-yeoboseyo.” Ujarnya sesegukan.

“Hey, Heeso.” Ujarnya.

Demi apapun, Sohee sangat merindukan panggilan ini.

“Ada apa?”

Baekhyun masih tersenyum. “Heeso kenapa tadi tidak menyapaku saat di kafe tadi? Kupikir aku melihatmu, dan, kau main kabur saja.”

Sohee mengusap air matanya yang terlanjur jatuh tanpa alasan. “Aku… Aku buru-buru dengan Ljoe.”

Entah kenapa air mata Sohee makin deras saja. Sungguh, bahkan Sohee tidak mengerti kenapa air matanya main jatuh saja.

“Heeso aku, nan bogoshipeoyo.”

Jantung Sohee kembali berdebar.

Debar ini, sangat berbeda dari yang Sohee rasakan saat bertemu Ljoe. Bahkan entah kenapa rasanya jauh lebih menyakitkan. Kini Sohee tahu kenapa orang-orang mengatakan kalau cinta itu penderitaan.

“Nado, nadobogoshipeo.” Dan entah kenapa Sohee mulai terisak pelan. “Heeso, neogwenchana?”

Sohee menggeleng, “Nangwenchana. Aku hanya, sedang menonton drama sedih.” Jawabnya asal.

Baekhyun menganggukkan kepalanya. “Yasudah, aku… Aku akan berangkat ke Filipina untuk konser DKFC dua hari lagi.”

“Hati-hati di jalan.” Ujar Sohee. Dan seiring dengan terputusnya panggilan, air mata Sohee kembali jatuh tidak jelas.

“Saranghamnida.” Ujar Sohee dan Baekhyun bersamaan, di lain tempat.

****

Baekhyun menarik napas panjang, ia masih menunggu kedatangan Juniel. Entah kenapa ia masih nervous untuk ini.

Tak lama, Juniel akhirnya datang padanya. Namun entah kenapa senyum ceria masih ada di wajahnya, membuat Baekhyun makin tidak enak hati.

“Juni aku, mianhe.” Ujar Baekhyun to-the-point.

Juniel memiringkan salah satu alisnya. “Wae, oppa?”

“Ada wanita lain.” Ujar Baekhyun lirih.

Yeoja di hadapannya itu terdiam. “Kalau kau bercanda, ini benar-benar tidak lucu.” Dan Juniel kembali berharap kalau semua itu hanyalah candaan yang biasa dilontarkan oleh Baekhyun. Namun sayangnya Baekhyun menggeleng. “Aku tidak bercanda, Juni.”

Juniel menatap Baekhyun dengan tatapan tidak percaya. “Mianhe, aku bukanlah orang yang tepat untukmu, tapi maafkan aku Juni.”

Terlambat, air mata Juniel sudah terlanjur mengalir. “Bukan, semuanya bukan salahmu oppa. Aku yang terlalu mencintaimu dan memaksamu untuk jadi milikku seluruhnya. Aku, mianhe kita sampai disini saja.”

Juniel mengambil tasnya dan berdiri dari kursinya, kemudian meninggalkan Baekhyun sendiri di kafe itu.

“Ljoe kenapa tiba-tiba kau mengajakku bertemu?” tanya Sohee heran.

Ljoe menghempaskan tubuhnya di sofa bar, kemudian meneguk sebotol wine dengan kadar alkohol yang cukup tinggi. “Ljoe jangan minum yang itu, kau menyetir.” Ujar Sohee sambil berusaha mengambil botol wine itu, namun tangannya ditepis oleh Ljoe.

“Disaat kau mencintai seseorang, hingga kau berpikir kau bisa mengalahkan seluruh dunia dengan cintamu itu. Namun tak lama berselang cinta itu terhempas dan digantikan oleh yang baru.”

Sohee menaikkan sebelah alisnya. “Ljoe apa maksudmu?”

Ljoe kembali meneguk wine-nya. “Kau dan Baekhyun-ah.” Mata Sohee melebar. “Apa… maksudmu.”

“Kau tidak mencintaiku Sohee. Kau tidak lagi mencintaiku.”

Setetes air mata mengalir di pipi Ljoe. Sohee tertegun, baru pertama kali ia melihat Ljoe menangis. “Kau mabuk Ljoe.”

Ljoe menggeleng, dan air mata itu semakin deras mengalir, namun tidak ada isakan yang keluar dari bibirnya. “Sangat sakit rasanya saat melihat gadis yang kucintai ternyata memaksakan perasaannya padaku.”

Air mata mengalir di pipi Sohee. “Tidak, kau salah Ljoe.” Ia terisak pelan sambil memegang pipi Ljoe yang basah. “Berhenti berpura-pura Sohee, aku bisa melihat segalanya dari mata indahmu.”

Ljoe memegang pipi Sohee yang terlanjur basah. “MianheLjoe, mianhe.” Sohee kembali menitikkan air matanya.

Ibu jari Ljoe lalu mengusap air mata Sohee. “Sepertinya kita berakhir sampai disini saja, Sohee. Terimakasih atas segalanya.”

3 monthslater..

Sohee masih mengemasi kopernya. Selembar foto tiba-tiba menyembul keluar dari dompetnya. Ia meraih foto itu dan membersihkan debu yang agak mengotorinya. Itu foto Baekhyun yang sengaja ia ambil saat mereka mabuk di bar dulu.

Ia tersenyum, masih ingat benar saat Baekhyun dulu mabuk dan menyanyikan lirik-lirik lagu SNSD yang ia hafal. Lagipula semua orang tahu kalau Baekhyun adalah SONE sejati.

“Sohee-yappali! Kita akan ketinggalan pesawat!” teriak Sunye dari ruang tamu. “Neunnie!” balas Sohee yang cepat-cepat mengemasi barang-barangnya.

At EXO dorm

Baekhyun masih mengaduk-aduk susu cokelatnya. Pagi ini sangat membosankan. Entah kenapa tiba-tiba ia merindukan Sohee. Namun ia menggelengkan kepalanya dan langsung menepis bayangan-bayangan Sohee yang berputar-putar di kepalanya itu.

“Tidak kangen Soheenim?” celetuk Chanyeol. Namun Baekhyun diam saja dan hanya menggigit roti lapisnya.

“WonderGirls akan berangkat ke Amerika untuk album baru mereka. Paling tidak kita harus mengucapkan selamat jalan, jadi ayo ppali!” ujar Suho.

Baekhyun langsung tersedak. “MWOO?!”

Wonder Girls masih menunggu manager yang sedang mengurus keberangkatan mereka. Sohee melirik ke jam tangannya, ini sudah tiga puluh menit lebih lambat dari perkiraan mereka.

Lim mendengus kesal. “Manager-nim lama sekali.” Keluhnya yang langsung dianggukkan oleh Yubin yang sudah kelewat bosan di ruang tunggu.

“Aku, aku ingin ke kamar kecil.” Ujar Sohee yang langsung mengambil tasnya. “Jangan lama-lama Sohee-ya.” Pesan Yenny.

Baekhyun segera berlari keluar dari mobil EXO saat sampai di bandara Incheon, meninggalkan member lain di belakang.

Ia menoleh ke sekeliling, masih tidak ada Sohee. Ia semakin panik saat melihat jadwal penerbangan ke Amerika yang akan berangkat pukul sembilan tepat. Ia melirik jam tangannya dan menarik napas lega saat jam digitalnya masih menunjuk angka delapan lebih tiga puluh.

Sohee kembali mengecek perlengkapan di tas kecilnya, berharap supaya tidak ada yang ketinggalan di kamar kecil tadi. Namun saat ia kembali mendongak, ia melihat seseorang yang cukup familiar dengannya.

Itu Baekhyun yang sedang menatapnya dengan tajam, dan kini berjalan tepat ke arahnya.

“Kau gila ya? Bagaimana kalau kau ketahuan fans?” seru Sohee lirih. Namun Baekhyun tidak menghentikan langkahnya – malah semakin cepat.

Ia baru menghentikan langkahnya saat ia dan Sohee hanya berjarak sekitar sepuluh meter.

“Bagaimana bisa kau tidak memberitahuku soal penerbangan ini?!”

“Baekhyun aku-”

“Kau bahkan tidak memanggilku dengan nama panggilan kita itu. Apakah begitu sibuknya kau hingga kau bahkan lupa akan diriku?!” suara Baekhyun semakin keras.

Sohee menggeleng. “Baekon bukan itu maksudku. Maaf aku tidak menghubungimu-”

“APA AKU BEGITU TIDAK BERHARGA?!”

Sohee menutup kedua telinganya. “ByunBaekhyun berhentilah bertingkah seperti anak kecil!” jerit Sohee.

Setetes, dua tetes air berwarna hitam menetes ke lantai bandara.

Dan entah kenapa laki-laki di depannya itu jatuh berlutut di depannya. Sesuatu yang hitam mengalir di pipinya. Baekhyun menangis di hadapannya, tapi air matanya hitam… itu, eyelinernya luntur.

Sohee tertegun dan berjalan mendekati Baekhyun. “Baekon, aku..”

Baekhyun terisak pelan. “Saranghaeyo. Saranghaeyo. Berhentilah membuatku menunggu dan memberiku harapan palsu Sohee. Berhenti menggantungkan harapanku ini.” Ia menunduk dan menangis. Sohee akhirnya ikut berlutut dan mengusap air mata Baekhyun.

“Maaf sudah membuatmu menunggu.” Sohee lalu memeluk Baekhyun erat-erat. Air mata kembali mengalir di pipiSohee. Bisa ia rasakan kalau kini Baekhyun sedang terkekeh sambil menangis di pundaknya.

Baekhyun melepas perlahan pelukannya. “Jaketmu terlalu berlebihan kalau sekedar pergi ke Amerika.” Ia kembali terkekeh. “Kudengar di Amerika dingin sekali, makanya aku bersiap-siap.” Sohee mengusap air matanya dan ikut terkekeh.

“Begitu dingin hingga membekukan perasaanmu padaku?” canda Baekhyun, namun Sohee menggeleng.

“Baekon kenapa kau menyukaiku?” tanya Sohee sambil terkekeh. Baekhyun menggeleng dan tersenyum. “Cinta tidak butuh alasan Sohee.”

Baekhyun mengusap air matanya, namun yang ada tangannya malah belepotan dengan noda eyeliner. “Bukan begitu Baekon, wajahmu jadi belepotan.” Sohee terkekeh, air mata kembali mengalir di pipinya.

“Aku, aku seperti anak kecil saja. Seharusnya aku tidak perlu menangis.” Baekhyun kembali terkekeh. “Kau memang bertingkah seperti anak kecil sejak dulu.” Sohee menghapus air mata Baekhyun dengan ibu jarinya, begitu pula Baekhyun.

Mereka lalu berdiri dan menatap satu sama lain. “Masih ingat dengan pertanyaanku yang dulu?” tanya Baekhyun.

“Apa?”

“Apa itu cinta menurutmu?”

Sohee tersenyum. “Kupikir cinta itu tidak akan pernah bisa diekspresikan dengan kata-kata.”

Baekhyun menepuk kepala Sohee. “Yang pasti cinta tidak pernah diharapkan datangnya.” Sohee dan Baekhyun tertawa bersama, menertawakan tingkah mereka yang menangis di depan umum.

“Kupikir kau harusnya sudah pergi sekarang. Sampai berapa lama?” tanya Baekhyun.

Sohee mengangguk pelan. “Untuk beberapa bulan ke depan. Maukah kau menungguku?”

Baekhyun mengangguk dan terkekeh. “Aku sudah menunggumu selama satu tahun lebih, jadi kupikir aku sudah terbiasa menunggumu.” Candanya.

Sohee terkekeh, air mata kembali mengalir di pipinya. “Sudah jangan menangis. Seorang Heeso itu tidak pantas menangis.” Ujar Baekhyun.

Lim agak kesusahan mencari Sohee yang sejak tadi menghilang. Setelah mencari-cari di seluruh bandara, rupanya Sohee benar-benar hilang. Namun tiba-tiba ia melihat sebuah kerumunan dan tertarik untuk ikut melihat.

Setelah berjuang untuk menerobos kerumunan itu, ia menemukan pemandangan paling mengejutkan buatnya.

“Soheeunnie? Baekhyunoppa?”

Kontan Sohee dan Baekhyun berhenti bertatap-tatapan dan menoleh ke samping. Dan parahnya mereka juga baru sadar kalau sedari tadi mereka adalah pusat perhatian.

Lim memukul-mukul dahinya. “Ba-bagaimana bisa?” tanyanya dengan matanya yang membulat. “Apa pesawatnya sudah mau berangkat?” tanya Sohee berusaha mengalihkan perhatian.

“Soheenoona pesawatnya sudah mau berangkat ppa-” ucapan D.O berhenti saat melihat Baekhyun sedang bersama Sohee.

Sohee menatap Baekhyun dan mengulurkan jari kelingkingnya. “Berjanjilah kau mau menungguku dan menjaga kesetiaanmu.” Ujar Sohee.

“Berjanjilah kalau kau akan terus menghubungiku dan selalu menjaga hatiku meski kau ada disana.” Tambah Baekhyun.

Mereka lalu menautkan jari kelingking masing-masing. “Aku, harus pergi. Sampai jumpa.” Sohee lalu berlari dan menghampiri Lim.

D.O menghampiri Baekhyun dan menepuk pundak hyungnya itu. “Oh, jadi kau sekarang pacaran dengan Sohee-noona?”

Baekhyun hanya senyum-senyum tidak jelas. “Diamlah.” Ujarnya. Namun yang jelas, ia sangat bahagia saat ini. Sialnya D.O rupanya tidak bisa berhenti menggodanya bahkan hingga sampai ke mobil.

Di pesawat, Sohee hanya menatap jendela pesawat. Ia masih tersenyum karena kejadian dadakan barusan. Kini, ia sudah mengerti kalau semua itu cinta. Karena cinta itu tidak butuh alasan, dan cinta itu tidak bisa diekspresikan dengan kata-kata.

The End

I lost my mind when you walk into my sight
The whole world around you get in slow motion
Please tell me if this is love
Love is everywhere, it lets me forget hurt, help take away sadness, learn to care
Fought before, cried before, still can hug/embrace
Please tell me if this is love

 

(EXO – WhatIs Love)

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s