What is Love? part 1

bosen bikin exoshidae, nyoba pairing campuran ah xD

Title: What Is Love part 1

Author: Seonhee

Length: Twoshoot

Rating: T

Genre: Romance

Main Cast:

–          ByunBaek Hyun

–          Ahn SoHee

–          Lee Byung Hun

–          ChoiJuniel

Enjoy!

Seorang gadis berpipi chubby berdiri di belakang panggung sambil menikmati performancelive dari group yang sedang menari hebat di atas panggung. Sesekali ia meneriakkan nama seorang namja dari sana.

“Ljoe!” teriaknya dengan semangat.

Si empunya nama langsung menoleh, kemudian tersenyum dan kembali fokus dengan performance-nya.

Sohee berlari kecil menuju backstage, disusul oleh member Wonder Girls lainnya. “Ljoe! Chukkae dengan ‘IWannaLove’-mu!” ujarnya dengan semangat sambil memeluk Ljoe.

Ljoe tersenyum manis sambil membalas pelukan Sohee. “Kamsahamnida, kapan ya Teentop dan Wonder Girls bisa sepanggung?” Ljoe melepas pelukannya dari Sohee.

Gadis itu tersenyum, “Mungkin akan sangat lama.” Ia mengerucutkan bibirnya.

Tawa akhirnya meledak diantaramember WG dan disusul tangis haru oleh memberTeentop.

****

“Fufufu, yang berpelukan dengan Ljoe pasti akan terbawa mimpi nantinya.” Goda Yenny sambil menyenggol lengan Sohee yang kini sedang melamun di ruang latihan.

Pikiran Sohee memang sejak tadi melayang-layang saat Ljoe sempat memeluknya di backstage tadi. “HarusnyaLjoe cepat-cepat menembakmu. Nanti kalau bertemu akan kurayu dia supaya menembakmu.” Cerocos Sunye sambil mengelap keringatnya.

Pipi chubbySohee memerah. “Sunyeunnie berhenti menggoda Ljoe! Kau kan sudah punya James-oppa.” Sohee mengerucutkan bibirnya. Sunye terkekeh.

“Ternyata benar ya, kalau sudah jatuh cinta, orang jadi temperamental kalau membahas tentang si spesial itu.” Tambah Yubin sambil tersenyum.

Sohee menggembungkan pipinya, tawa meledak diantaramember Wonder Girls lain yang puas karena sudah mengerjai Sohee. Sementara Lim menghibur Sohee supaya tidak ngambek lagi.

Sohee POV

Aku berjalan menuju ruang ganti, kurasakan kalau ponselku bergetar di saku celanaku. Cepat-cepat kubuka SMS itu, itu dari Ljoe!!

From: Ljoe

Ppali! Aku sudah diluar gedung JYP. Jaket, topi, dan kacamata hitam.

Rasanya hatiku seperti melompat mengetahui kalau itu dari Ljoe. Namun rasanya aku harus mengendap-endap keluar, kalau tidak unnie-unnieku akan mengejekku habis-habisan.

Ljoe sudah berdiri di pinggir gedung JYP. Kupercepat langkah kakiku dan aku langsung menghampirinya. Ia lalu mengambil sesuatu dari jaketnya, itu topi, dan langsung memakaikannya kepadaku.

“Ppali!” ujarnya yang tak ingin ketahuan fans.

Ia lalu menggandeng tanganku dan membawaku ke mobilnya. Ia sempat melepas kacamata dan topinya, kemudian tersenyum padaku. Ljoe memang sangat tampan, batinku terpesona. Ia terlihat tertawa kecil, kemudian mulai melajukan mobilnya.

Beberapa menit kemudian, kami sampai di sebuah taman. Langit sangat cerah, banyak bintang yang terlihat. Jumlah pengunjung malam ini sangat sedikit, bahkan bisa dihitung dengan jari.

Aku mengambil topi Ljoe yang sedari tadi kupegang, lalu kupakaikan ke rambutnya yang berwarna pirang mencolok. Aku juga memakai kacamata hitamku. Aku hanya takut kalau orang-orang mengenali kami – maksudnya Ljoe.

Ljoe terkekeh pelan, kemudian langsung menggandeng tanganku ke sebuah bangku taman dan duduk di sana. Entah kenapa dalam imajinasiku terbayang beberapa adegan romantis yang ada dalam drama. Saat si namja dan si yeoja tidak sengaja menyentuh tangan satu sama lain, kemudian saling salah tingkah. Kupukul-pukul pelipisku, Sohee kau benar-benar harus berhenti berkhayal!

Tangan Ljoe bergerak menunjuk langit yang cerah. “Sohee-ya, lihatlah.” Seolah-olah ia mulai menggambar di langit, menyambungkan bintang yang satu dengan bintang yang lain. Ia lalu tersenyum lebar. “Selesai!”

Aku memiringkan alisku, “Apa yang kau gambar?” tanyaku. Ia menoleh padaku dengan innocent. “ByungHee.” Ujarnya sambil sedikit terkikik.

“ByungHee? Aneh sekali. Apa itu?”

“Sohee dan Byunghun, ByungHee. Entah kenapa nama-nama pairing itu mulai berputar-putar di kepalaku sejak kemarin.”

Sial! Aku kembali blushing karena entah kenapa aku mengerti apa yang dimaksud oleh Ljoe. Aku harus cepat memikirkan sesuatu untuk membalas perkataannya, namun rupanya Ljoe bisa membaca pikiranku. “Rasanya aneh.” Gumamku pelan.

“Ya, aneh sekali. Seperti perasaan yang kurasakan padamu.”

Blush~

Jantungku makin berdebar, aku menoleh pada Ljoe. “Byunghun-ah.”

Ljoe masih menatapku, “Aku menyukaimu Sohee – tidak. Maksudku aku mencintaimu Sohee.”

Flashback

Normal POV

Wonder Girls baru saja selesai dari performanceBeMyBaby-nya di Mubank barusan. Sambil beristirahat di backstage, enam orang namja tampak memasuki backstage. Yubin masih tampak memandangi enam namja yang tampak menarik itu. Well, rupanya Yubin terlanjur gemas pada grup yang sepertinya masih rookie itu.

Grup rookie itu langsung duduk di dekat Wonder Girls – tepatnya di dekat Yubin duduk – yang makin membuat rapper Wonder Girls itu makin gemas dengan mereka.

“Annyeong, kalian grup rookie ya?” tanya Yubin sambil menghampiri mereka tanpa rasa malu sedikitpun, sedangkan Sunye hanya berdoa semoga member tertua dari mereka ini tetap menjaga image-nya, dan yang lain mengamini doa Sunye.

Seorang namja berkulit putih menjawab salam Yubin agak malu-malu. “Ah, ne. Kami EXO-K dari SM Entertainment. LeaderSuhoimnida.” Jawab namja itu.

Yubin rupanya tidak bisa menahan dirinya untuk tidak gemas. “Omoneomukyeopta, ini stage untuk debut kalian ya?” tanya Yubin ramah.

Yang paling tinggi di sebelah kanan mengangguk, “Naeerr… anda sendiri, Kim Yubin?” tebak Chanyeol.

Yubin mengangguk dan langsung mencubit pipi Chanyeol. “Kauimut sekali, berapa umurmu?” tanya Yubin.

Chanyeol agak menggaruk rambutnya, “Dua puluh tahun.” Ujarnya pelan.

Mendengarnya Yubin langsung kecewa, “Apa tidak ada yang lahir di tahun 1988? Atau 1987?” tanyanya kecewa. Dan lebih menyayangkannya lagi, tidak ada yang mengangguk. Apa boleh buat, Suho saja lahir di tahun 1991.

Yubin langsung berpura-pura berjalan gontai pada Yenny. “Yenny aku patah hati, apa dari mereka tidak ada yang seumuran denganku?” tanya Yubin kecewa, dan langsung disambut tawa oleh EXO-K dan Wonder Girls.

“Oh, kalian grup EXO itu ya? Aku sudah menonton teaser dan music video kalian. Total teaser kalian tidak salah ada 21 itu kan?” tanya Sunye sambil tersenyum.

Entah kenapa semua member Wonder Girls langsung melempar tatapan tidak percaya pada Sunye. Dan yang lain tentunya juga berpikir yang sama – sejak kapan Sunye aktif di dunia YouTube?

Kai mengangguk, “Ne, 21. Sunbae menonton semuanya?” tanya Kai.

Tentu, Kai memanggil Sunyesunbae, yang notabene-nya debutnya sudah sejak tahun 2001.

Sunye mengangguk dengan semangat, “Ne! Kebanyakan yang keluar adalah teasermu, kau Kai bukan? Ah, aku familiar sekali. Kuharap nanti EXO dan Wonder Girls bisa melakukan battledance ataupun duet.” Ujar Sunye.

“Hei, itu ide yang bagus!” tambah Suho semangat.

“Err, supaya lebih dekat, bagaimana kalau kita berkenalan?” usul Chanyeol.

Sehun mengangguk setuju. Member WG melihat satu sama lain, kemudian mengangguk mengiyakan pendapat Chanyeol.

Kai mengangguk, “Nah, yang di pojok kanan itu, yang paling tinggi adalah rapper kami Park Chanyeol.” Chanyeol membungkuk sambil mengucapkan salam.

“Kemudian yang satunya, adalah maknae kami, dia adalah dancer. Namanya Oh Sehun.” Ujar Kai.

“Annyeonghatheyo, Oh Thehunimnida.” Ujar Sehun polos yang langsung disambut ledakan tawa oleh member EXO dan WG. Sementara Sehun hanya menoleh ke sekeliling sambil bertanya apa yang lucu dengan polosnya.

Kai masih agak menahan sakit perutnya. “Oh ya, aku visual sekaligus main dancer. Kaiimnida.” Kai lalu membungkuk.

“Kemudian ini leader kami, Suho.” Si empunya nama langsung membungkuk. “Kemudian yang bermata bulat ini, dia adalah main vokal kami, D.O.” D.O lalu membungkuk dan tersenyum manis, membuat Yubin makin gemas saja dengannya.

“MeskipunKai bilang Sehunmaknaenya, namun wajahmu lebih mirip anak SD daripada remaja.” Ujar Yubin sambil mencubit pipi D.O. Sementara D.O sendiri hanya cengengesan sambil memegangi pipinya.

“Dan yang terakhir, ByunBaekhyun. Dia main vokalis juga seperti D.O.” ujar Kai.

Chanyeol terkekeh, “HeyBaekhyun, tumben kau tidak cari perhatian.” Celetuk Chanyeol yang membuyarkan lamunan Baekhyun.

Si empunya nama seperti tersadar dari aktivitasnya dari tadi – membaca jadwal panggung mubank – dan langsung menoleh pada Chanyeol. “Apa? Apa?” tanya Baekhyun kebingungan.

“Kaunervous lagi? Dari tadi kau perhatikan urutan daftar penampilan saja. Tenang, kita harus menunggu sampai dua stage lagi.” Cerocos Chanyeol yang langsung dipelototi Baekhyun.

Namun rupanya Chanyeol tidak kenal yang namanya takut dan malah masih menggoda Baekhyun. “Kau ini siapa yang nervoushah?” tanya Baekhyun gelagapan.

Namun berapa kali pun Baekhyun menyangkal, Chanyeol selalu tahu kalau dia sedang nervous. Karena setiap partnernya ini sedang gugup, keringat selalu mengalir tidak jelas di pelipisnya. “Kau yang nervous, kau tidak bisa berbohong Baekon.” Ujar Chanyeol santai. “Ya! Kau i-”

Chanyeol menutup kedua matanya karena agak ngeri dengan ancaman Baekhyun. Namun Baekhyun baru saja mengepalkan tangannya, dan langsung terhenti ketika ia melihat member WG yang sedang menahan tawa melihatnya. Memalukan rasanya, batin Baekhyun. Cepat-cepat ia langsung membungkuk. “A-aku, Chanyeol yang mengejekku duluan!” ujar Baekhyun panik.

Namun entah kenapa Baekhyun serasa makin gugup. Seorang gadis berpipi chubby sedang menahan tawa, namun akhirnya agak kelepasan meskipun hanya sebatas kekehan kecil dari bibirnya yang keluar.

Seperti salting, entah kenapa rasanya gugup sekali untuk bertingkah normal. Keringat mulai mengalir tidak jelas di pelipisnya. Setiap Baekhyun gugup, ia selalu sakit perut. Dan bisa dibilang kali ini rasanya perutnya seperti mulas dan terlilit-lilit.

“B-Baekhyunimnida.” Ujarnya gugup sambil menahan sakit perutnya sekuat tenaga.

Chanyeol rupanya bisa membaca gelagat Baekhyun yang langsung berkeringat dingin. “Neogwenchanayo?” tanya Yenny yang khawatir.

Rapper EXO K itu menggeleng dan langsung menepuk punggung Baekhyun. “Gwenchana, sunbae. Saat Baekhyun sedang gugup, ia selalu sakit perut.” Ujar Chanyeol yang langsung dilempar deathglare oleh Baekhyun.

Dan rupanya, sakit perut itu tidak tertahankan, perutnya melilit dan semakin perih. Ia menatap Suho dengan puppyeyes miliknya, dan untungnya leader bisa membaca apa yang ada di pikirannya dan langsung menganggukkan permintaan Baekhyun. Cepat-cepat Baekhyun langsung berlari menuju kamar kecil, yang langsung ditertawakan oleh memberEXO-K dan WG.

“Unnie, dia aneh.” Bisik Sohee sambil agak tertawa pada Yubin. “Aneh apanya? Anak-anak kecil ini imut semua!” ujar Yubin ceplas-ceplos.

“Huuu~” ujar Sunye yang langsung mendapat pukulan kecil di lengannya.

FlashbackEnd

Sohee POV

Aku masih menatap Ljoe tidak percaya. Aku menunduk, rambutku yang panjang terurai menutupi wajahku. Pikiranku makin kalut, rasanya tidak mungkin kalau aku langsung menerima Ljoe yang kukenal baru beberapa bulan begitu saja. Namun sorot matanya, entah kenapa aku masih meragu akan sorot kebenaran pernyataannya.

Aku kembali menatap matanya, namun tidak kutemukan cinta di mata indahnya.

Ljoe kembali menggenggam kedua tanganku. “Sohee, aku jatuh cinta padamu. Bisakah kau untuk tidak membuatku menunggu?” pinta Ljoe.

Aku masih terdiam, mempertimbangkan perasaanku padanya yang masih timbul jarang-jarang. Sesekali dia memang begitu keren, sesekali dia memang begitu mempesona. Namun jika ini cinta, tidak seharusnya aku tahu alasannya. Tapi detak jantung yang kurasakan ini, tidak mungkin berbohong.

Kuberanikan diri untuk mengangguk, meskipun keputusan yang baru saja kubuat ini masih samar-samar. Kulihat Ljoe tersenyum sangat bahagia akan keputusanku ini. Meskipun aku tidak terlalu mencintainya, toh, waktu akan mengajariku cara untuk mencintainya.

Flashback

Baekhyun mencuci mukanya, rasa sakit di perutnya mulai samar-samar memudar yang berarti gugupnya sudah menghilang. Ia keluar dari kamar kecil sambil mengelap wajahnya yang basah dengan handuk.

Baru selangkah keluar dari kamar mandi, ia melihat wajah chubby yang agak familiar dengannya. Sama dengan gadis berwajah chubby itu yang langkahnya ke kamar mandi agak terhenti saat berpapasan dengan Baekhyun.

“Oh, kau ByunBaekhyun yang tadi langsung berlari karena sakit perut itu?” tanya Sohee ramah. Baekhyun mengangguk malu-malu, “Ne. Kau sendiri?” tanyanya.

“Sohee, AhnSoheeimnida.” Sohee tersenyum manis. “Err, kau tidak jadi masuk ke kamar mandi?” tawar Baekhyun ragu, namun Sohee menggeleng. “Tidak, sepertinya nervousku sudah hilang.” Sohee terkekeh, disusul oleh Baekhyun yang hanya tersenyum simpul.

Flashbackoff

Baekhyun POV

Pikiranku masih campur aduk, entah kenapa akhir-akhir ini Sohee terus memutari pikiranku. Yang ada hanya Sohee dan Sohee, dan itu terjadi bahkan saat aku hanya tidak sengaja menonton koleksi music video WG di laptop punya Baozihyung.

Aku masih bergulung-gulung di kasurku, membuat Chanyeol yang dari tadi memperhatikanku jadi pusing sendiri.

“Baekhyun, hajima! Berhenti bergulung-gulung, kau membuatku pusing melihatmu.” Protes Chanyeol. “Aku hanya sedang sakit perut!” protesku balik. “Kalau kau sakit perut pergilah ke kamar mandi! Berhenti bergulung-gulung, aku juga mau tidur!” balas Chanyeol. Aku bangkit dari tempat tidur dengan berat.

Rasanya, rasanya sungguh gila! Aku tidak pernah merasakan perasaan ini sebelumnya, belum pernah, bahkan saat aku di dekat Taeyeon-noona.

Aku mengacak-acak rambutku, sementara sakit perut melilit yang menyiksaku tidak aku hiraukan karena saat ini aku benar-benar hampir gila.

Chanyeol langsung menghempaskan tubuhnya di sampingku dan meraih sebuah bantal. Aku sendiri tak ingin ikut, kupikir aku tidak akan bisa tidur dengan pikiran sekacau ini. Chanyeol menatapku heran. “Kau tidak tidur? Hei kita akan ada latihan besok.” Chanyeol memukulku dengan bantal yang ada di sampingku. “Molla,” jawabku pelan.

“Aku tidak ingin tidur. Kupikir aku sudah gila.” Aku agak terkekeh pelan. “Ya, kau sudah sangat gila. Sudahlah aku mau tidur dulu.” Chanyeol langsung memunggungiku, tidur lebih dahulu.

Aku sendiri hanya memukul punggungnya dengan bantalku. Dasar tukang tidur.

Flashback On

Normal POV

“Heeso!” seru Baekhyun dengan riang di depan gedung JYP. Orang biasa mungkin akan menganggapnya idola paling gila yang pernah ada. Lihat saja, gayanya melambai-lambai dari luar hanya dengan mengenakan kaus dan jeans saja. Membuat JYP yang baru saja memarkirkan mobilnya ragu kalau itu adalah Baekhyun dari EXO K yang sebenarnya.

Sohee lalu berjalan keluar dari JYP dan agak mempercepat langkahnya, meskipun kini ia masih memakai kaus latihannya.

“Kau sudah gila ya.” Sohee agak berbisik saat ia sampai ke Baekhyun. Baekhyun terkekeh, “HeiHeeso, kajja kutraktir, aku menang lotre.” Ujar Baekhyun dengan bangga.

Sohee menautkan alisnya. “Mengganti nama orang tanpa izin itu ilegal!” protesnya, namun Baekhyun pura-pura acuh. “Kau mau bubbletea tidak? Mytreat.”

Mendengar kata bubbletea, mata Sohee langsung bersinar. “Aku akan mengambil perlengkapanku dulu!” ujar Sohee riang sambil berlari ke dalam gedung, sementara Baekhyun langsung merapikan jaket dan memasang topinya kembali.

FlashbackOff

Sinar matahari menembus jendela kamar yang terbuka. Chanyeol sudah kelelahan membangunkan Baekhyun. Sementara Baekhyun masih terlelap di kasurnya. Semalam memang ia benar-benar tidak jadi tidur karena kelelahan memikirkan kekacauan yang tiba-tiba muncul di pikirannya hanya gara-gara Sohee.

“Baekhyun bangunlah, kau mau sarapan kita dihabiskan oleh Sehun? Ppali bangun dan makanlah, nanti perutmu malah semakin sakit.” Chanyeol sudah menyerah untuk membangunkan Baekhyun, namun Baekhyun malah mengeratkan selimutnya. “Aku malas bangun.” Keluhnya.

Suho akhirnya memasuki kamar Baekyeol dan langsung mendesah lelah saat melihat kondisi kamar Baekyeol yang memang selalu berantakan.

“Baekhyun, cepat bangun dan sarapan, aku tidak ingin managerhyung mengomel lagi.” Ujar Suho. Baekhyun terpaksa bangkit dan mengucek-ucek matanya dengan malas, kemudian menyeret selimutnya keluar kamar.

D.O masih memandang nampan yang kini ia bawa. Masalahnya kini hanya ada sepotong ayam di dalam nampan dan ada dua orang yang sangat menyukai ayam di dalam dorm. Siapa lagi kalau bukan sang rapper dan maknae.

Ia menaruh nampan di atas meja makan dan langsung berlari ke samping Kai, seperti meminta perlindungan. Ketika tutup nampan dibuka, muncullah beberapa lauk dan yang paling menarik adalah sepotong paha ayam goreng buatan D.O yang tampak seperti harta karun di mata Chanyeol dan Sehun.

Chanyeol dan Sehun tampak melempar deathglare satu sama lain. Perang akhirnya dimulai, Suho tampak kelelahan melerai perebutan ayam Sehun dan Chanyeol, sedangkan Kai hanya tertawa melihat perjuangan Suho.

Baekhyun tidak berselera, hanya sesekali mengaduk-aduk supnya. Sama sekali tidak menyentuh makanannya.

“Baekhyun, neogwenchana?” tanya Suho khawatir.

Suasana mendadak diam. Chanyeol menjatuhkan potongan ayam gorengnya yang langsung dirampas oleh Sehun. Kai hanya menatap Suho. Seisi dorm curiga karena kelakuan Baekhyun yang akhir-akhir ini aneh.

“Molla. Aku tidak berselera makan.” Ujar Baekhyun. “Soheenoona?” tebak Kai iseng. Mata Baekhyun langsung melebar, ia lalu melempar tatapan bagaimana-kau-bisa-tahu pada Kai.

Entah kenapa Sehun langsung menjatuhkan ayamnya, suasana jadi makin hening. Hingga tiba-tiba Chanyeol langsung tertawa terbahak-bahak, yang membuatnya jadi pusat perhatian di dorm EXO K.

“Wae, hyung?” tanya Kai heran. Chanyeol sendiri masih tertawa terbahak-bahak. “Baekhyun jatuh cinta pada Sohee-nim!” tebaknya. Yang tentu saja langsung membuat perut Baekhyun kembali mulas melilit. Keringat dingin kembali mengalir di pelipisnya. “Oh, Sohee-ssi? Wonder Girls?” tanya Suho sambil menggigit roti isinya.

“Kalian berdua memang sudah seharusnya berkencan!” timpal D.O yang langsung berhigh-five dengan Chanyeol.

Flashback On

“Heeso kenapa tidak pernah jatuh cinta?” tanya Baekhyun sambil menyeruput bubbletea miliknya. Sohee tersenyum, mencari-cari jawaban yang tepat atas pernyataan Baekhyun. “Karena di Seoul terlampau dingin, jadi perasaanku keburu membeku kalau melihat seseorang yang menarik.” Jawab Sohee asal.

Baekhyun tersenyum jahil dan mengacak-acak rambut Sohee. “Dasar reinkarnasi Shakespeare, pantas saja kau masih suka menulis kata-kata puitis di Twittermu!” seru Baekhyun.

Sohee mengerucutkan bibirnya sambil meminum bubbletea-nya. “Kalau Bacon? Ah, kupikir kau sudah pernah jatuh cinta.” ujarSohee pesimis.

Baekhyun mengetuk-ngetuk meja kafe dengan buku jarinya, berusaha mencari argumen yang tepat untuk membalas Sohee. “Aku belum pernah jatuh cinta! Dan… Itu mungkin karena aku belum menemukan seseorang yang bisa membuat jantungku berdebar. Kau ingat lagu WhatIs Love di albumku bukan?” Baekhyun menjawab lebih asal.

Yeoja berpipi chubby itu mengangguk. “Jadi kau menunggu gadis yang bisa membuat sekeliling duniamu bergerak dalam slowmotion?” tebak Sohee. Baekhyun mengangguk kuat-kuat. “Seperti itulah!” ia kembali menyeruput bubbletea miliknya.

“Ya! Sohee dan Bacon dari EXO!”

Mereka berdua langsung menoleh ke belakang, mendapati sosok berambut merah mencolok yang melambai dari ujung kafe. “Ljoe-ya!” seru Sohee gembira. Baekhyun sendiri agak kaget dengan kemunculan Ljoe yang agak mendadak sekaligus nekat karena tidak memakai penyamaran sama sekali.

“Hei, kalian berkencan ya?” Ljoe terkekeh sambil menghampiri meja mereka berdua. Cepat-cepat Sohee menggeleng, “Ani. Kenapa kau kemari tanpa pakai penyamaran?” tanya Sohee dengan ramah.

“Aku sedang bersama wartawan untuk sebuah realityshow, jadi tidak apa-apa. Kalau kalian berkencan, aku adalah orang pertama yang harus kalian beritahu.” Balas Ljoe sambil mengedipkan kerling nakal pada Baekhyun, namun Baekhyun diam saja.

Sohee dan Ljoe akhirnya langsung mengobrol  dan seperti melupakan Baekhyun yang ada di sana. Dan di mata Baekhyun, terlihat sekali kalau Sohee sangat gembira dengan kedatangan Ljoe.

FlashbackOff

“Hyung!” Sehun tampak berlari-lari menuju hyungnya yang sedang melepas lelah di ruang latihan SM. Melihatnya, Suho langsung menghampiri Sehun yang kelelahan sambil membawa IPad-nya. “Wae?” tanya Suho.

Sehun mengelap peluh yang membasahi dahinya. “Soheenoona, hah.”

Baekhyun langsung menghentikan stretchingnya dan langsung menatap Sehun. “Waeyo?”

“Soheenoonapacaran dengan LJoehyung. Aku melihatnya di internet dan itu sudah resmi.”

Dan seisi ruang latihan langsung memelototi Sehun – kecuali Baekhyun – dengan serius. Kai langsung mengetok kepala Sehun.

“Dasarmaknae bodoh!” ujar Kai.

Sementara Chanyeol langsung mendatangi Baekhyun yang tampak down begitu mendengar berita itu. “Bacongwenchana?” tanyanya agak khawatir sambil menyentuh pundak Baekhyun, namun Baekhyun menatap Chanyeol dengan senyum yang dipaksakan.

“Gwenchana! Aku tidak apa-apa, mungkin hanya butuh sedikit waktu untuk menenangkan diri.” Baekhyun kembali tersenyum pada Chanyeol dan menepuk pundak Chanyeol.

Ini aneh, tidak seperti biasanya Baekhyun tersenyum seperti itu pada Chanyeol. Baekhyun langsung meninggalkan ruang latihan dengan gontai, meninggalkan keempat member lainnya yang sudah siap meledak pada Sehun.

Baekhyun POV

Aku masih berjalan keluar gedung SM dengan cepat, agak sedikit kupercepat langkahku, sambil kuusahakan untuk mengatur napasku. Kuambil helmku, kemudian aku memacu motorku dengan cepat, semakin cepat, membiarkan rasa sakitku terbang di bawa angin.

Makin kupercepat laju motorku, angin mulai menerbangkan kausku yang tipis. Aku… Kupikir Ljoe adalah sahabatku dan ia tidak akan merebut Sohee. Jelas-jelas ia tahu kalau aku menyukai Sohee dan kupikir ia akan mendukung kami.

Jika saat ini aku ada di depannya, mungkin aku tidak akan segan untuk langsung menghajarnya. Hatiku hancur, rasanya hancur sekali mendengar kabar itu.

Aku menghentikan laju motorku di sebuah taman kota. Kuambil jaket hitamku dan topiku sambil mengenakan perlengkapan itu saat memasuki taman. Entah apa yang ingin kulakukan, yang jelas aku ingin menenangkan diri dulu.

Kuhempaskan tubuhku di bangku taman yang tersedia sambil menarik napas berkali-kali. Sakit perutku kembali datang, semakin melilit ususku dan rupanya semakin akut, namun tidak kuhiraukan karena aku terlalu marah untuk bergerak sekalipun.

Marah, ya, rasanya aku sangat marah sampai ingin menghancurkan apa saja. Wajah Ljoe yang sering kali tersenyum padaku dengan innocent kembali berputar-putar di kepalaku, semakin membuatku muak. Bukankah itu sangat sakit disaat orang yang kau percaya ternyata menusuk dirimu dari belakang?

Ini sudah beberapa menit aku menenangkan diri disini. Mungkin rasanya agak sedikit baikan, begitu pula sakit perutku yang hilang karena aku sudah mulai rileks.

Posisi kosong di sampingku tiba-tiba terisi oleh seorang gadis yang membawa gitar. Aku agak menutupi topiku, berharap ia tidak menyadariku. Jemari gadis itu mulai memetik senar gitar dan mulai bernyanyi.

cheotsarangeunapeungeolbomyeoncheotsarangeunyeolbyeong-imnida

jeongshineopshialgonamyeono~eoreunidoenikkayo

cheotsarangeunandoenikkayocheotsarangeunmiryeon-imnida

neomunamanhisaranghaeseogatjilmothanikka

IllaIlla. na-eui sarang good-bye

 

(Trans)

Iffirstloveisdisease, firstloveis a fever.

Ifitsufferslikecrazy, becauseit’s a kid

It’s not a firstlove, firstloveisfoolish.

Because I loveyoutoomuch, I can’thaveyou.

IllaIlla, mylovegoodbye.

 

Normal POV

 

Baekhyun agak melempar deathglare pada gadis itu. Entah kenapa, rasanya sakit perutnya kembali lagi karena lirik lagu yang benar-benar menggambarkan perasaannya itu. Namun sialnya gadis itu masih tetap tidak menyadari Baekhyun dan masih menyanyi dengan santai.

 

“Nona bisakah anda berhenti bernyanyi lagu yang sama?” akhirnya Baekhyunkelepasan. Si gadis hanya terdiam melihat Baekhyun yang tampak frustrasi dengan lagunya.

 

Baekhyun baru sadar kalau ia baru saja membuat identitasnya dalam keadaan berbahaya. “Nona maafkan aku tolong jangan beritahu siapa-siapa, oke?” pinta Baekhyun, sementara si gadis hanya memiringkan alisnya dengan kelakuan Baekhyun.

 

“Oh, kau EXO Baekhyun ya?” gadis itu tersenyum, sementara Baekhyun masih menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya.

 

Gadis itu terkekeh, “Gwenchana. Yang artis disini juga banyak. Hari ini sedang ada syuting jadi warga biasa mungkin tidak bisa masuk.” Ujar gadis itu.

 

Baekhyun melongo, dan baru menyadari kalau disana ada beberapa artis KPOP. Ia akhirnya hanya bisa melepas topinya dengan perasaan malu.

 

“Junheeimnida, biasa dipanggil Juniel. Aku dari FNC dan satu agensi dengan CN Blue!” gadis itu mengulurkan tangannya.

 

****

Jalanan taman gelap sekali, diterangi lampu taman yang sesekali berkedip karena rusak dan akanpadam. Dan ini sudah pukul delapan malam.

 

Sohee merengkuh lengan Ljoe dengan erat, ini sudah bulan keenam ia berkencan dengan namja itu. Namun jujur saja Sohee masih bingung dengan perasaannya pada Ljoe yang tidak menentu.

 

Baekhyun masih mendengus kesal, kenyataan kalau ia ada kelas di tengah-tengah jadwalnya yang super padat masih tidak bisa ia terima. Ia kini baru saja pulang kuliah dan memutuskan untuk sekedar jalan-jalan di taman.

 

Ia masih berjalan tidak menentu, hingga akhirnya ia melihat pemandangan paling menyebalkan di hadapannya. Sosok berambut pirang bersama gadis chubby yang ia kenal. Seperti serentak, rasanya jantungnya kembali berdebar dan perutnya kembali seperti ditusuk-tusuk.

 

“Baekhyun…” Sohee menggumam pelan, dan Ljoe menggenggam tangan Sohee semakin erat. Baekhyun tersenyum dipaksakan.

 

“Heeso, kau masih sehat saja. Sudah enam bulan rupanya.” Baekhyun masih memaksakan senyumnya. Sohee terkekeh, “Masih ingat dengan panggilan itu rupanya.” Ujar Sohee.

 

Ljoe berdehem, menyadarkan suasana kikuk yang terjadi. “Oh, aku harus pulang ke dorm. Nikmati kencanmu Heeso.” Ujar Baekhyun dingin yang langsung berjalan melewati Sohee dan Ljoe, meninggalkan sebuah tatapan dari Sohee yang buru-buru kembali menolehpada Ljoe.

 

Namun Baekhyun tidak benar-benar pergi, ia menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang. Samar-samar ia mendengar percakapan mereka dari jauh.

 

“Nae, saranghaeyo.”

 

Baekhyun bisa menebak kalau yang berkata begitu adalah Sohee kepada Ljoe.

 

Bahkan belum pernah Sohee mengatakannya pada Baekhyun, meskipun sebagai sahabat, belum pernah. Hal ini agak membuat Baekhyun agak kecewa, namun Baekhyun hanya menghela napas dan kembali mengambil motornya.

 

AtMusicCore

 

“DanBaekhyun dari EXO K, akan mengadakan specialstage dengan Juniel!” seru MC Taeyeon.

 

Baekhyun memasuki panggung, bersama dengan Juniel yang sudah bersiap dengan gitarnya. Ia sudah berlatih semalaman untuk lagu baru Juniel ini yang sebenarnya feat dengan Yonghwa. Tapi ini adalah specialstage, yang berarti siapa saja bisa berduet kan?

 

Musik mulai beralun, Juniel mulai memetik gitarnya. Mereka mulai bernyanyi dan menatap mata satu sama lain. Dalam hati, Juniel baru menyadari kalau Baekhyun sangat keren ketika bernyanyi.

 

nan babo nan neomanboneunbabo

neolsaranghaenugamworagonollindaedo

neomanboneunbabogadoelge

babo

nan neomanboneunbabo

naesoneuljabajwonareulanajwo

neomansaranghaneunbabo~

 

(Trans)

I’m a fool, I’m a foolwhoonlylookatyou,

I loveyou, evennomatterpeopleteaseus

I’llbecome a foolwhoonlylookatyou

A fool

I’m a foolwhoonlylookatyou, takemyhand, hugme

I’m a foolwhoonlyloveyou

 

AtWG’sDorm

 

“Jamkaman, bukankah itu Baekhyuna?” Yubin langsung mengeraskan channelMusicCore. Lim langsung ikut duduk di samping Yubin dan ikut tertarik.

 

“Itu memang Baekhyun-oppa, bukankah di labelnya sudah tertulis EXO-KBaekhyun dan Juniel, unnie.” Ujar Lim sweatdrop.

 

Yubin menggeleng, “Bukan begitu Lim. Lihat gaya menyanyi mereka, seperti ada hubungan khusus diantara mereka.” Ia berbisik, namun Lim bisa mendengarnya.

 

Sohee yang baru saja keluar dari kamarnya hendak menuju kamar mandi, namun tiba-tiba ia menghentikan langkahnya dan ikut menyaksikan specialstageMusicCore itu.

 

“Unnie, itu Baekhyunkan?” tanyanya pelan. Yubin langsung mengangguk. “Baekhyuna sangat keren saat bernyanyi!” ujar Yubin sambil memakan pop corn miliknya.

 

At MC backstage

 

Baekhyun merasakan ponselnya bergetar. Cepat-cepat ia mengangkat ponselnya, itu pesan masuk dari Sohee.

 

From: Heeso

Aku menonton specialstage-mu dengan Juniel. Sangat keren! Yubinunnie bahkan bilang kalau kau sangat keren saat menyanyi.

 

Baekhyun tersenyum simpul, jemarinya menari di keypadponselnya.

 

To: Heeso.

 

Tumben kau memujiku. Katakan pada Yubinnoona kalau aku titip salam🙂

 

Beberapa saat kemudian panggilan masuk datang, bersamaan dengan datangnya sakit perut Baekhyun. Cepat-cepat ia berlari ke kamar kecil dan membalas panggilan itu.

 

“Yeoboseyo.”

 

Terdengar suara dewasa nan jernih dari seberang sana, membuat Baekhyun rasanya semakin merindukan yeoja itu.

 

“Heeso.” Ledek Baekhyun. Ia kini bisa mendengar suara kekehan dari seberang sana. “Apa kabar?”

 

“Aku… baik-baik saja.” Ujar Baekhyun menahan sakit perutnya yang semakin melilit.

 

“Jinjja? Aku merasa kalau kau seperti menahan sakit perut atau sesuatu. Jangan bilang kau sakit perut lagi.”

 

Baekhyun terkekeh, “Kau tahu saja aku sakit perut.”

 

“Kau tidak bisa berbohong. Kekeke.” Sohee kembali terkekeh. “Kau keren sekali tadi.” Ujar Sohee pelan, namun Baekhyun bisa merasakan kalau Sohee tulus memujinya.

 

“Wow. Ada angin apa sampai kau memujiku? Minta traktiran BubbleTea?” tanya Baekhyun asal. “Ayo kita bertemu, sudah lama tidak mengobrol.” Ajaknya.

 

 

 

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s