Wolf part 1

Title: Wolf

Author: Seonhee

Length: Twoshoot

Rating: T

Genre: Romance, Fantasy

Main Cast:

–          Kim JoonMyun

–          Kim TaeYeon

SupportCast:

–          Oh Se Hun

Enjoy!

Note: warning! Unsurnya ada yang berbau kedewasaan walau cuma kissing scene lol eue

 

Tidak! Ini sangat gawat. Ini sudah hampir tengah malam, dan kenyataannya Seohyun masih berada di tengah perjalanan pulang. Ia mengatur napas, kemudian mengangkat tinggi-tinggi hanbok yang membuatnya kesulitan berlari. Gadis berwajah bulat ini terlihat agak meringis, kesulitan untuk mengatur irama jantungnya yang berdebar-debar, semakin cepat, ketika perasaan takutnya semakin mengejarnya. Ia tak berani menoleh ke belakang, dan sekelilingnya sudah sangat gelap — tak ada siapapun disini kecuali dirinya.

Desas-desus itu mulai terngiang-ngiang di telinganya, semakin membuat bulu kuduknya berdiri. Hanya satu yang ia bisa lakukan — Lari! Lari sekencang mungkin sampai dia takkan mengikutimu lagi! Pikiran Seohyun masih meneriakkan rasa takut akan sosok itu, sosok yang paling ditakuti di Joseon, dan itulah sebab utama kenapa tak ada yang berani keluar hingga malam hari, atau dia akan diterkam hidup-hidup oleh sosok itu.

Seohyun tak sanggup lagi, bibirnya terus bergetar, dan ia tak tahu hendak kemana lagi. Nyatanya ia berlari ke sembarang arah, dan ia kini berakhir di antah berantah, dan ia tak tahu harus lari kemana. Sekelilingnya penuh dengan pepohonan lebat, dan sesekali suara burung hantu menakutinya. Ketika suara gemeresik dedaunan datang dari belakang, dan semakin dekat. Rasa takutnya makin menjadi-jadi. Hanya lari! Lari sejauh mungkin, dan sembunyi sedalam mungkin, hingga sosok itu tak mengikutinya.

Ia menahan tangisnya, berusaha menahannya agar sosok itu tak menyadarinya, kemudian bersembunyi di belakang batu yang amat besar, dan ia cukup merasa sosok itu takkan menyadarinya. Air matanya terus menetes, dan bibirnya bergerak, memohon kepada Tuhan untuk menyelamatkannya kali ini saja. Matanya menoleh ke langit kelam tanpa bintang—bulan purnama penuh. Seohyun masih yakin, sosok itu tak menyadarinya, hingga sosok yang paling ditakutinya muncul di depannya, sosok berbulu, bertaring, mirip serigala. Namun berbadan manusia.

Dan hanya gema teriakan Seohyun, dan juga lolongan serigala yang memecah keheningan di malam itu.

****

Pagi ini, penduduk desa mengerumuni rumah yang diyakini rumah seorang petani sederhana. Seorang wanita tua menangis tersedu-sedu sambil terus menggenggam robekan kain hanbok berwarna kuning cerah, namun berlumuran darah. Darah manusia. Wanita tua itu percaya kalau darah itu adalah darah putrinya, Seohyun. Yang dipercaya telah diterkam hidup-hidup oleh sosok serigala yang konon akan memangsa setiap gadis yang keluar di malam hari, di malam bulan purnama penuh.

Semua orang mungkin percaya hal itu, namun kecuali seorang gadis bernama Kim Taeyeonyang malah sangat penasaran, dan malah ingin bertemu dengan serigala yang sangat menakutkan itu. Ia mendesak kerumunan warga di sekeliling rumah petani itu, kemudian memperhatikan wanita tua yang tengah menangisi putrinya itu. Tidak, lebih tepatnya memperhatikan kain yang tengah digenggam wanita itu dengan seksama. Sekilas tak ada keganjilan lain selain darah dan robekan kasar. Namun ia melihat sehelai bulu yang tertinggal di robekan kain itu.

“Yang Mulia!” Yuri menepuk pundak Taeyeon yang sedang sibuk menyulam di kamarnya. Sulaman itu terlihat menarik, sebuah padang rumput yang kehijauan di atas kain sutra berwarna putih bersih, namun entah kenapa Taeyeon tertarik untuk menambahkan seekor serigala yang tampak sedang melolong dalam sulamannya.

Yuri menatap sulaman Taeyeon, kemudian menatap Taeyeon keheranan. “Kenapa anda terlihat sangat terobsesi dengan serigala itu?” tanya Yuri sambil memiringkan alisnya.

Taeyeon tersenyum simpul. “Aku tidak terobsesi dengan dongeng itu, aku hanya penasaran ingin melihatnya.”Yuri membulatkan matanya, “Mworago? Yang Mulia, apa anda serius? Anda tahu kan yang terjadi dengan dayang Seohyun semalam? Jangan mengatakan hal-hal seperti itu! Aku tidak ingin ada sesuatu yang terjadi pada anda. Anda sudah seperti saudara kandungku sendiri.” nasihat Yuri khawatir.

Taeyeon menatap mata bulat Yuri dengan meyakinkan, “Aku harus menghentikan ini, Yuri-ya. Aku tak bisa melihat rakyatku seperti ini.” Ia menatap Yuri dengan serius. Yuri tak sanggup berkata-kata, dalam hati ia terus merenungi sikap Taeyeon yang selalu nekat dalam hal apapun.

Entah kenapa, Taeyeon menghentikan kegiatan menyulamnya, kemudian menatap Yuri. “Yuri-ya, antarkan aku pada ayah. Aku ingin mengatakan sesuatu pada beliau!” Taeyeon buru-buru mengangkat rok hanboknya, kemudian melangkah keluar kamarnya dengan langkah tergesa-gesa.

Beberapa saat kemudian…

Taeyeon berjalan mengitari taman istana sambil mengerucutkan bibirnya, seperti yang ia duga rencananya tentu ditolak mentah-mentah oleh ayahnya. Sementara Yuri sibuk menghentikan omelan Taeyeon yang mengeluh karena menurutnya ayahnya sangat berlaku tidak adil padanya.

“Jongwoon-oppa saja boleh, kenapa aku tidak boleh ikut mengejar serigala itu? Apa hanya karena aku perempuan?” keluhnya sambil terus memeluk lututnya di bawah pohon bunga Sakura yang sedang mekar-mekarnya.

“Yang mulia, ini semua untuk kebaikan anda. Paduka tidak ingin anda terluka.” Hibur Yuri sambil menepuk pundak Taeyeon. Namun Taeyeon masih mengerucutkan bibirnya, “Ini semua tidak adil! Apa semua perempuan hanya boleh tinggal di rumah mereka, kemudian menikah dan melihat suami mereka gugur sia-sia hanya demi mengejar serigala itu? Aku tak bisa diam saja Yuri-ya!” Taeyeon tiba-tiba berdiri dari posisinya. “Aku akan mengejar serigala itu!”

****

Bekal, sudah. Bawang putih, sudah. Rumor mengatakan kalau serigala tidak suka bawang putih layaknya dongeng vampir dari barat yang sering Taeyeon dengar. Garam, sudah. Semua hantu tidak suka garam. Pedang, senjata tajam, semuanya tak boleh dilupakan. Dan juga dandanan yang tak boleh dilupakan – khas seorang prajurit karena tak ada yang boleh tahu kalau dia adalah putri mahkota. Putri mahkota yang terkenal karena keberaniannya kini akan mencetak sejarah sebagai pembunuh serigala itu, batin Taeyeon.

Ia mengintip ke kandang kuda, bola matanya terus mengawasi ke sekeliling, memastikan kalau para kuda tetap tenang dan penjaga tak ada yang terbangun. Kemudian ia lalu memasang pelana pada seekor kuda coklat favoritnya, dan naik dengan hati-hati. Pelan-pelan ia memandu kuda itu keluar dari kandang. Setelah ia cukup jauh dari kandang, ia lalu memacu kuda itu secepat mungkin – ke hutan terlarang di selatan.

Suasana masih tenang, tak ada keganjilan yang dirasakan perasaannya yang tajam dan peka. Mungkin hanya beberapa suara burung hantu yang sedikit membuat bulu kuduknya berdiri. Namun rupanya rasa penasaran mengalahkan rasa takutnya. Ia kembali memacu kudanya, menelusuri semak belukar penuh duri dan jalanan berbelit di hutan.

Sementara di istana, kegaduhan terjadi karena sang putri mahkota rupanya menghilang dari kamarnya. Yuri yang merasa lalai terlihat bingung saat menelusuri istana bersama dayang-dayang lain. Sepintas pikirannya menebak kalau Taeyeon kini sedang berada di hutan untuk mencari serigala itu – tidak! Taeyeon sedang dalam bahaya besar! Ia lalu mengangkat hanboknya, berlari kepada sang kepala polisi yang ada di depan gerbang.

“Kepala polisi, apa tidak sebaiknya kita cari tuan putri di hutan? Beberapa hari terakhir ini ia  terus bercerita padaku kalau ia ingin melihat sosok serigala itu.” Ujar Yuri sambil terengah-engah.

Sang kepala polisi tampak berpikir dua kali, kemudian menoleh pada wakil kepala polisi yang ada di sampingnya, “Berikan aku beberapa orang untuk menelusuri hutan.” Ujarnya tegas. Namun sang wakil terlihat gelagapan, “Tapi tuan, itu adalah hutan terlarang dan tak ada yang berani memasukinya termasuk kami sendiri.” Ujar sang wakil gugup, “Jikadiantara kalian adalah wanita yang percaya terhadap takhayul dan membiarkan putri di hutan sendirian dalam bahaya, maka kalian berhak menghabiskan sisa hidup kalian di penjara!” ancam sang kepala polisi.

Masih tak ada apapun yang menurutnya mengancam jiwanya, namun Taeyeon masih terus menjalankan kudanya. Beberapa suara gemerisik membuatnya sedikit merinding. Namun ia lebih memilih untuk mempercepat kudanya, sambil mencakup segenggam garam di tangannya.

Ini resmi, perasaan takut itu mulai menjalari ke seluruh tubuhnya, ia lalu memacu kencang kudanya ke sembarang arah, melewati batu terjal. Ia tak tahu harus kemana lagi, yang penting rasa mengancam itu akan pergi dari dirinya. Oh, sayang ia terkena sial. Ia tak melihat kalau jalanan sedang tidak rata dan otomatis ia terpelanting jatuh ke samping.

“Ahh!” teriaknya saat tubuhnya terguling di tanah yang untungnya sedikit empuk. Ia agak bersusah payah bangun, agak sedikit keseleo di siku kirinya. Namun paling tidak ia bisa bangun. Namun ada sesuatu yang lebih menarik perhatiannya. Suara lolongan serigala.

Agak melebarkan matanya, keringat dingin mulai meluncur di pelipis kirinya. Ini pertanda yang sangat buruk. Ia mencoba untuk merangkak ke sebuah batu yang cukup besar, cukup besar untuk berlindung. Ia meraba kantungnya, sial, kantung garam dan bawang putihnya hilang saat terpelanting tadi, mungkin terbawa oleh kuda itu.

Ia menoleh ke belakang, dan syukurlah tak ada yang perlu dikhawatirkan. Hingga ia menatap sosok yang sudah ada di depannya, sosok yang berbadan manusia, namun berbulu kecoklatan, terlihat saat cahaya bulan menimpanya. Taeyeon tak bisa bergerak, terlalu takut untuk berteriak. Ia hanya menutup kedua matanya, berharap sosok itu akan pergi menjauh.

Belum pernah sosok serigala itu melihat makhluk secantik yang ada dihadapannya itu. Benar-benar cantik, dan ia tak pernah melihat yang seperti dia. Rasa lapar itu, ia bersumpah ia bisa berpuasa selama seratus tahun hanya demi untuk tak memakan makhluk yang ada di depannya itu. Manusia yang hanya satu gigitan itu, kini hanya menutup kedua matanya dan meringkuk ketakutan di depannya. Namun perasaan ini, ia hanya tak bisa membunuh manusia itu.

“Buka matamu, aku takkan menyakitimu.”

Taeyeon masih bergetar, menutup kedua matanya karena ia tak ingin termakan janji palsu oleh siluman seperti dia. Namun kalimat yang sama terulang dari bibir siluman itu, cukup meyakinkan kalau tak ada yang perlu dikhawatirkan olehnya. Dengan perlahan, Taeyeon melepas jemarinya yang menutupi separuh besar wajahnya itu, memperlihatkan kedua matanya yang indah dan bersinar. Dan mendapati seorang pria dengan hanbok berwarna putih bersih. Ditimpa cahaya bulan, pria itu terlihat tampan dan gagah dengan matanya yang tajam.

Namun hanya karena ketampanan pria itu, Taeyeon tak ingin cepat-cepat percaya. Ia sangat percaya kalau pria itu adalah jelmaan sang serigala.

‘Oh tidak, sepertinya aku akan berakhir dimakan oleh manusia serigala jelek itu,’ batin Taeyeon ketakutan.

Pria itu masih menatap Taeyeon dengan wajah tanpa ekspresi, “Beraninya kau ke hutan terlarang ini, apalagi sekarang sedang bulan purnama penuh.”

“Aku ingin menawarkanmu sesuatu. Biarkan aku… Izinkan agar penduduk negeriku tetap hidup, berhenti meneror mereka.” Ucapnya dengan penuh rasa percaya diri.

Si pria terkekeh, tertawa lepas hingga tawanya menggema di seluruh hutan. “Beraninya kau berkata begitu padaku. Memang apa yang berani kau tawarkan padaku?” ia menatap Taeyeon sambil tersenyum nakal.

Taeyeon langsung berdiri dengan rasa percaya diri, “Segalanya! Aku bersedia menawarkan jiwaku, asalkan kau jauhi negeriku. Apapun yang kau minta, asalkan berhenti meneror penduduk negeriku. Kau sudah berbuat terlalu jauh.” Ujarnya dengan tegas dan sekaligus gegabah. Entah kenapa seringai pria itu terlihat makin menyeramkan di mata Taeyeon.

“Penawaran yang cukup besar, imbalannya juga harus setimpal. Syaratnya adalah, di malam bulan purnama selanjutnya, kau harus bersedia menemuiku. Dan jadilah milikku seutuhnya. Kau bersedia?”

Ia kembali terkekeh, namun tak sekeras tawanya yang tadi. Taeyeon terpaku dalam diam, entah kenapa waktu berjalan lebih lambat, namun apa daya, hanya ini yang bisa ia lakukan demi penduduk negerinya. Ia menatap mata sang pria jelmaan serigala itu dengan penuh keyakinan, “Aku bersedia.”

Menatap mata Taeyeon yang tersirat rasa keberanian dan percaya diri, sungguh, belum pernah ia melihat makhluk secantik itu selama hidupnya, batin sang pria. Ia lalu perlahan mendekat kepada Taeyeon, meraba pipinya yang putih dan selembut sutra.

“Panggil aku Joonmyun,” bisiknya dengan suara yang lembut dan khas. Taeyeon masih terpaku seperti patung ketika pria itu mendekatkan wajahnya kepadanya, kemudian mencium bibirnya di bawah sinar bulan. Perlahan Taeyeon memejamkan matanya dan membiarkan serigala itu melumat bibirnya.

Setelah beberapa detik, ia melepas ciumannya dan menatap Taeyeon dengan mata yang tajam dan membekukan, “Aku harus pergi, teman-temanmu akan kemari dan memburuku. Sampai jumpa di malam bulan purnama penuh selanjutnya.”

Dan sosok itu kembali menghilang di samar-samar cahaya bulan purnama yang tertutup mendung. Benar saja, kepala polisi terlihat menyabetkan parangnya, merobek semak belukar yang menghalangi jalannya tepat di belakang Taeyeon.

“Yang Mulia!” Yuri terlihat menyusul di belakang kepala polisi dengan senyum bahagia, “Anda tidak apa-apa? Serigala itu tak menyakiti anda bukan?” tanya Yuri dengan nada terengah dan sangat nyata kalau Yuri terlihat khawatir. Taeyeon tersenyum simpul dan menepuk pundak dayang kesayangannya itu, “Tak akan ada korban lagi, semua penduduk bisa keluar sampai malam. Serigala itu tak akan meneror kita lagi.” Ujarnya dengan suaranya yang dewasa.

Yuri menaikkan sebelah alisnya, “Apa maksud anda Yang Mulia?” tanyanya heran.

Taeyeon menatap bulan purnama yang samar-samar tertutupi oleh awan mendung yang bergumpal-gumpal, “Aku sudah berunding dengannya, dan tak akan ada korban lagi.”

TBC

 

4 thoughts on “Wolf part 1

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s