Wolf part 2 -end-

Title: Wolf

Author: Seonhee

Length: Twoshoot

Rating: T

Genre: Romance, Fantasy

Main Cast:

–          Kim JoonMyun

–          Kim TaeYeon

SupportCast:

–          Oh Se Hun

Enjoy!

 

“Apa kau tahu apa yang baru saja kau lakukan?” bentakan itu terdengar sampai ke luar ruangan. Taeyeon hanya menunduk, tak berani menatap mata sang ayah. “Ta-tapi, hamba hanya berunding dengan serigala itu ayahanda,” ujarnya takut-takut. Namun sepertinya raja tak mau peduli, ia memukulkan rotan itu ke mejanya, membuat Taeyeon tak bisa berkata-kata. “Masih untung serigala itu tak menyakitimu. Bagaimana kalau seandainya jiwamu terancam? Bagaimana kalau dia tak mau diajak berunding dan langsung memakanmu?”

Raja menepuk dahinya dan menarik napas panjang, “Kepala dayang, panggilkan aku cenayang terbaik di negeri ini. Suruh dia untuk menjauhkan serigala itu dari putriku.” Ujarnya parau. Sang kepala dayang membungkuk, “Baik baginda.” Kemudian ia keluar dari ruangan itu.

Taeyeon langsung berjalan mendekati ayahnya, “Ayahandajebal, jangan panggil cenayang untuk menjauhkan kami! Kalau anda melakukannya niscaya korban akan banyak berjatuhan lagi! Apa yang hamba lakukan adalah menjauhkan penduduk negeri dari marabahaya semata.” Rengek Taeyeon. “Ayahanda, percayalah kepada hamba. Hamba takkan terluka saat hamba menemui serigala itu. Dia sudah berjanji takkan melukai hamba.” Taeyeon memegang erat telapak tangan ayahnya sambil menitikkan air mata.

Raja menarik napas panjang, “Baiklah, kalau dia sampai mengingkari janjinya, dia dalam bahaya besar.” Ujar Raja pada akhirnya.

Ini adalah malam bulan purnama setelah pertemuan Taeyeon dengan serigala itu. Ia tak memakai penyamaran lagi, dan menggunakan pakaian kebesarannya sambil ditemani para pasukan hingga ke depan gerbang hutan terlarang. Dengan berat hati Yuri melepas kepergian Taeyeon menuju hutan terlarang demi memenuhi janjinya kepada sang serigala.

Demi apapun, Yuri percaya kalau para penduduk takkan melupakan jasa besar sang putri akan keberaniannya mengorbankan dirinya.

Tak perlu berjalan jauh masuk ke hutan, rupanya pria dengan hanbok putih itu sudah menemuinya sambil menunjukkan seringai khasnya di dekat salah satu pohon diantara semak belukar yang agak menyulitkan Taeyeon berjalan dengan gaun kebesarannya itu.

“Tepat waktu.” Ujarnya dengan suara dinginnya yang seolah seperti membekukan segalanya. Membuat Taeyeon makin tak bisa bergerak mengingat kejadian saat pertemuan mereka. “Aku hanya tak ingin mengecewakanmu.” Balas Taeyeon meragu.

Mereka berjalan beriringan entah kemana, yang jelas Taeyeon hanya membiarkan tangannya digandeng oleh tangan yang dulunya pernah digunakan untuk membunuh makhluk sejenisnya itu. Entah kenapa ia hanya ingin mempercayai kalau sebenarnya serigala itu berhati lembut. Hingga akhirnya mereka berdua sampai di depan sebuah air terjun yang indah, airnya berkilauan diterjang oleh cahaya bulan purnama penuh.

“Aku tak pernah menyangka kalau ada air terjun di hutan terlarang ini.” Taeyeon berbisik penuh kekaguman. Joonmyun tersenyum menyeringai, “Tak ada yang pernah datang kemari sebelumnya, dan air terjun ini juga belum pernah tersentuh tangan manusia.”

Taeyeon teringat dengan kegiatannya tadi siang, tentang dia yang mengubek-ubek seisi perpustakaan istana demi seseorang bernama Joonmyun, dan hasilnya juga tak mengecewakan. Beberapa orang dicurigainya, yang pertama adalah AhnJoonmyun, Lee Joonmyun, dan yang terakhir adalah seseorang yang dipercaya masih hilang sampai sekarang, Kim Joonmyun.

Ia menatap Joonmyun dengan ragu, “Joonmyun-ssi, apakah nama belakangmu adalah Kim?” tanyanya dengan perlahan. Joonmyun terdiam, “Apakah aku begitu menarik untuk diketahui? Seperti yang kau anggap, aku hanyalah seorang manusia serigala jelek yang akan memakanmu suatu saat nanti.” Taeyeon merasa tidak enak, apakah makhluk ini bisa membaca pikirannya?

“Bukan begitu, aku hanya penasaran akan beberapa hal. Karena orang bernama Kim Joonmyun itu sudah menghilang selama bertahun-tahun dan-”

“-dan kau selalu penasaran akan segalanya.” Joonmyun memutuskan perkataan Seohyun dan menatap gadis yang ada di sampingnya itu sambil tersenyum. “Joonmyun-ah aku tahu kalau sebenarnya kau adalah orang yang berhati lembut, tapi bisakah kau menjawab pertanyaanku? Siapakah sebenarnya dirimu?” tuntut Taeyeon.

Joonmyun terdiam dan menatap ke langit yang perlahan menjadi mendung, “Aku adalah serigala. Hanya serigala.”

Di istana…

Raja terlihat gelisah di malam bulan purnama itu. Terlihat pada sorot matanya yang biasanya memancarkan cahaya ketegasan, kini seolah redup karena kekhawatirannya terhadap putri semata wayangnya itu. Jongwoon sendiri tak berani mengatakan sepatah kata apapun, turut khawatir atas nasib adiknya itu.

“Siapa saja, aku tidak rela kalau serigala itu merebut putriku. Lakukan apa saja, asalkan jangan ada korban jiwa.” Perintah Raja pada dewan penasihat di depannya.

Semua tak berani mengajukan saran, dan hanya terdiam mencari akal.

“Paduka Raja, seorang cenayang hendak meminta izin untuk bertemu dengan Baginda.” Terdengar suara dari luar yang mengagetkan seisi ruangan. Namun Raja tetaplah seorang bijaksana, ia mempersilakan cenayang itu untuk masuk.

Dan seorang pemuda tampan berhanbok merah darah masuk ke dalam, wajahnya tidak tampak sebagai cenayang, malah lebih terlihat seperti rakyat jelata.

Pemuda itu berlutut di hadapan Raja, “Salam Baginda Raja.” Ucapnya dengan sopan. Raja berdehem, “Apa kepentinganmu sehingga kau harus menghadap kepadaku anak muda?” tanya Raja dengan tenang.

Pemuda itu sedikit mengangkat wajahnya, menunjukkan wajahnya yang cukup tampan, “Hamba adalah seorang cenayang. Nama hamba adalah Oh Sehun. Mendengar kegundahan hati Yang Mulia karena kepergian putri mahkota, hamba tergugah untuk menghentikan kerisauan di negeri ini.”

Raja menaikkan salah satu alisnya, “Bagaimana caranya, anak muda?”

“Dengan membunuh siluman itu, dan membawa putri mahkota kembali.”

****

Sudah beberapa saat lamanya, Taeyeon baru menyadari kalau Joonmyun adalah seorang yang lembut dan tak seganas seperti kata kebanyakan orang. Nyatanya kini ia sedang tertawa dan duduk bersama denganJoonmyun di tengah kesunyian malam.

“Aku tak menyangka kalau dalam kehidupanmu yang dulu kau adalah seorang putra bangsawan.” Puji Taeyeon.

Joonmyun hanya tersenyum, “Ya. Namun banyak orang yang membenciku. Termasuk salah seorang putra bangsawan dari Utara, kalau tidak salah namanya adalah Oh Sehun. Sejak dulu ia sangat membenciku, dan dialah orang yang menghasut penduduk sekitar dan membuatku dibuang ke hutan terlarang ini.” Joonmyun menunduk.

Taeyeon mengangguk, “Kemudian kau menaruh dendam pada penduduk disini, kemudian kau bereinkarnasi menjadi manusia serigala? Tak bisa dipercaya.” Tiba-tiba Joonmyun menggenggam tangan kanan Taeyeon dan menatap mata yeoja itu lekat-lekat.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Taeyeon yang seolah terhipnotis oleh tatapan Joonmyun.

“Saranghae.”

1…2…3

Entah kenapa dunia menjadi lambat, dunia serasa berjalan lebih lambat dalam tiga detik. Baik Joonmyun atau Taeyeon, mereka saling menatap satu sama lain, dan merasakan perasaan yang sama kepada satu sama lain. Secara tidak sadar saling mendekatkan wajah mereka satu sama lain.

Namun rupanya kenyataan berkata lain. Tiba-tiba Joonmyun merasakan sesuatu di punggungnya, seperti sebuah tusukan, ini aneh. Sebab manusia serigala seperti dia sudah kebal terhadap senjata tajam. Namun ia seperti mengenali tusukan ini. Matanya melebar, menahan perasaan yang menyakitkan ini. Namun rupanya rasa sakit ini membuat kesadarannya menipis. Ia jatuh terkulai di pelukan Taeyeon.

Taeyeon yang terkejut spontan memeluk Joonmyun dalam pelukannya. Ia semakin terkejut saat ia merasakan sebuah cairan kental yang merembes di bagian punggung hanbok putih Joonmyun. Itu darah, dan sebuah panah berlapis emas menancap di punggung Joonmyun tepat di punggungnya.

“Joonmyun-ah!” tangis Taeyeon menjadi-jadi. Ia mengeratkan pelukannya pada Joonmyun. Hanbok emasnya kini berlumuran darah Joonmyun, namun ia tak peduli dan tetap memeluk manusia serigala itu. Sesosok manusia muncul dari balik sebuah batang pohon. Taeyeon bisa melihat dengan jelas sosok itu yang ditimpa cahaya bulan purnama. Sang serigala sudah tewas di tangan seorang manusia.

“Apa yang kau lakukan? Siapa kau?” teriak Taeyeon sambil menahan tangisnya, masih memeluk tubuh tak bernyawa itu. Sosok berhanbok merah itu masih tidak berekspresi, “Aku adalah cenayang dari Utara. Tugasku adalah untuk membunuh serigala kutukan itu.” Dan kemudian orang itu berjalan mendekati Taeyeon. “Pulanglah Yang Mulia, Baginda Raja sudah mengkhawatirkan anda.” Ia mengulurkan tangan pada Taeyeon.

Taeyeon menatap wajah Joonmyun yang sudah dingin, sungguh ia tak ingin meninggalkan Joonmyun sendirian, tapi sosok itu sudah pergi dan takkan kembali. Disusul oleh beberapa rombongan kerajaan, Taeyeon meninggalkan tubuh Joonmyun di hutan terlarang itu sambil menangis.

****

Sudah berhari-hari semenjak kejadian itu, namun rupanya hati Taeyeon masih tak bisa melupakan seorang Joonmyun. Ia menjadi semakin kurus, dan enggan makan selama berhari-hari. Ia bahkan tidak pernah berbicara kepada siapapun, bahkan Yuri. Yuri sudah melakukan cara apapun untuk memaksanya makan, namun Taeyeon masih menggeleng di kamarnya. Kesehatan Taeyeon akhirnya makin menurun, dan ia jatuh sakit.

“Yang Mulia, jebal, makanlah sedikit saja. Kesehatan anda sangatlah buruk.” Rengek Yuri sambil menggenggam tangan kanan Taeyeon di samping ranjangnya. Taeyeon masih menggeleng, ia memunggungi Yuri dan memejamkan matanya.

Yuri berpikir keras, namun tercetuslah sebuah ide yang jelas Raja takkan menyetujuinya. “Yang Mulia, kalau anda sembuh, saya akan mengajak anda mengunjungi hutan terlarang dan melihat apakah manusia serigala itu masih hidup.” Ujarnya asal.

Mata Taeyeon melebar, kemudian ia langsung meraih nampan makanan yang dibawa-bawa Yuri.

“Yuri-yajebal, ajak aku ke hutan terlarang juseyo,” rengek Taeyeon sambil memukul-mukul pundak Yuri. “Ne, aku bukan tipe orang yang suka ingkar janji,” Yurimengikat bekal untuk perjalanan mereka. “Kaja!” ia tersenyum pada Taeyeon.

Mereka kini sudah sampai di gerbang hutan terlarang. Ya, karena Taeyeon jauh lebih pemberani, tentu Taeyeon masuk duluan. Namun belum saja ia menyentuh gerbang, ia seperti merasakan sesuatu yang mengejutkan di tangannya. Ia takkan bisa memasuki gerbang itu.

“Yang Mulia, sepertinya gerbang itu sudah disegel oleh cenayang itu,” Yuri menepuk pundak Taeyeon. Si empunya nama tidak menjawab, hanya berjalan ke arah berlawanan.

Mungkin terlalu kesal, Taeyeon berjalan tanpa melihat arah. Air mata mengalir di matanya, ia mengutuki tindakan cenayang yang menyegel gerbang hutan terlarang itu. Hingga tiba-tiba ia menabrak seseorang yang berjalan berlainan arah dengannya.

“Ouchh! Mianhamnida! Aku tidak sengaja,” ujar Taeyeon yang buru-buru membungkuk kebingungan. Namun entah kenapa, Yuri terlihat terpukau dengan sosok yang baru saja di tabrak Taeyeon. Taeyeon menatap Yuri kebingungan, Yuri terlihat menunjuk-nunjuk sosok itu dengan tatapan kagum. “Kau kenapa Yuri-ya?” tanya Taeyeon keheranan.

“I-itu, putra bangsawan dari Joseon selatan! K-kimSuho!”

Taeyeon memandang arah yang ditunjuk Yuri, dan seketika ia mendapati seseorang yang pernah ada di dalam ingatannya dulu. Orang itu mirip sekali dengan Joonmyun.

Senyuman itu, sangat mirip dengan senyuman Joonmyun.

“Joonmyun-ah,” bisik Taeyeon lirih.

THE END.

3 thoughts on “Wolf part 2 -end-

Mind to suggest something?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s